Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

JK Janji Kirim 10 Helikopter untuk Reboisasi Hutan


Metrotvnews.com, Palangkaraya: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjanji mengirim 10 helikopter untuk membantu program reboisasi hutan di Kalimantan Tengah. Ditargetkan reboisasi seluas 400 ribu hektare selama enam bulan.

"Jika uji coba program penyebaran benih melalui udara di Kalteng berhasil, saya akan mengirimkan bantuan 10 armada helikopter," kata JK di Lapangan Golf Palangka Raya, kemarin.

Menurut JK, kerusakan hutan di Indonesia saat ini sudah mencapai 45 juta hektare dengan tingkat kerusakan mencapai 3 juta hektare per tahun. Indonesia baru mampu melakukan perbaikan hutan hanya sekitar 1 juta hektare per tahun.

Kendati berbagai cara sudah dilakukan termasuk seperti moratorium penebangan hutan dan melakukan reboisasi, tapi hasilnya tetap belum maksimal.(Ant/ICH)

SUMBER

KPK Periksa Ajudan Muhaimin

Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (19/9/2011) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sutrisno, ajudan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, terkait kasus dugaan suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Transmigrasi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Senin, mengatakan, Sutrisno akan dimintai keterangan sebagai saksi salah satu tersangka, Dharnawati. "Sebagai saksi dalam kasus Kemennakertrans," katanya.
Selain Sutrisno, KPK hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang yang disebut staf ahli Muhaimin yakni Fauzi dan Ali Mudhori. KPK juga melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT), Dadong Irbarelawan.
Dalam kasus ini, selain Dharnawati dan Dadong, KPK menetapkan Sekretaris Dirjen P2KT I Nyoman Suisanaya sebagai tersangka. Ketiganya diduga melakukan percobaan penyuapan terhadap Muhaimin dengan alat bukti Rp 1,5 miliar uang.
Pihak Dharnawati mengaku dimintai uang oleh Nyoman dan Dadong sebagai syarat mendapatkan proyek terkait program PPID Transmigrasi.
Kasus ini juga diduga melibatkan empat orang yang disebut sebagai makelar proyek yakni Fauzi, Ali Mudhori, mantan pejabat Kementerian Keuangan Sindu Malik dan Iskandar Pasojo (Acos), seorang yang disebut dekat dengan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Tamsil Linrung. Keempatnya membantah disebut terlibat dalam kasus ini.
SUMBER

Haruskah 683 Orang Sakit Jiwa Dilepas?

SURYA/ AHMAD ZAIMU
Terbitkan Entri
L HAQ Penghuni barak A (psikotik laki-laki) di Pondok Sosial Liponsos Keputih Surabaya antre pembagian Semangka.

Pemerintah Kota Surabaya benar-benar kewalahan menghidupi luberan orang sakit jiwa, gelandangan, pengangguran dan anak jalanan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Surabaya

Puncaknya terjadi saat kalangan dewan melontarkan ancaman akan melepaskan semua penghuni pondok sosial itu, termasuk 683 orang sakit jiwa, jika Pemerintah Provonsi Jawa Timur tidak memberikan bantuan.

Anggota DPRD Kota Surabaya Baktiono, Minggu kemarin menyatakan, “Wali Kota harus segera minta dana dari Gubernur. Kalau Gubernur tidak merespons, kami minta penghuni Liponsos dilepas.”

Ancaman Baktiono itu sebenarnya bukan hal baru. Ancaman serupa pernah diungkapkan empat tahun sebelumnya. Baktiono yang juga politisi PDIP ini menyebutkan, sekitar 80 persen penghuni Liponsos bukan warga Surabaya.

“Karena itu, pemprov harus ikut bertanggungjawab. Selain itu, Surabaya adalah Ibu Kota provinsi. Jadi, logis kalau Gubernur membantu Liponsos Keputih,” katanya.

Pemkot Surabaya, lanjut Baktiono, sudah lama mengalami masalah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Selama ini, semua tanggung jawab dipikul oleh pemkot, meski mayoritas penghuni Liponsos berasal dari berbagai daerah di Jatim.

Kondisi itu membuat anggaran yang sudah diplot untuk Liponsos Keputih selalu Defisit. Pada 2010, Pemkot Surabaya telah menganggarkan dana Rp 15 ribu per hari untuk 660 penghuni. Tapi, ternyata, jumlah penghuni terus membengkak.

Pada Januari sampai Februari 2011, jumlah penghuni menjadi sekitar 700-an orang. Lalu Maret hingga pertengahan 16 Agustus 2011, total penghuni 915 orang. Mereka terdiri dari orang sakit jiwa (388 pria, 295 wanita), gelandangan dan pengangguran (106 pria, 78 wanita), anak jalanan (15 pria, satu wanita), PSK/waria (13), dan lansia (4 pria, 15 wanita).

Sumber :

JK Nilai PMI Aset Bangsa yang Perlu Dijaga

Jakarta, (tvOne)

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla menilai, PMI termasuk salah satu aset bangsa dan negara yang perlu dijaga dan dikelola secara profesional, amanah, netral dan mandiri.

"Diantara tumbuh kembang organisasi kemanusiaan lainnya, PMI terus dituntut untuk berada di garis terdepan dalam bidang pengelolaan darah, penanganan bencana dan tetap ikut serta dalam menangani tugas kemanusiaan lainnya," kata Jusuf Kalla dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua PMI DKI Jakarta Rini Sutiyoso pada apel bendera memperingati HUT ke-66 PMI di Jakarta, Senin.

Menurut Jusuf Kalla, lanjut Rini, PMI harus tetap menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan menjadi mitra yang bermanfaat bagi sektor korporasi dan perorangan.

"PMI akan terus meneguhkan jati diri untuk menjadi satu-satunya Perhimpunan Nasional yang mendapat mandat dari negara dan diakui oleh Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional," katanya.

Dalam memperingati HUT ke-66, PMI memiliki tema, yaitu Satu Negara, Satu Lambang, Satu Gerakan dengan sub tema "Palang Merah untuk Indonesia".

Dijelaskan Rini, tema tersebut diangkat untuk memantabkan jati diri PMI dengan lambangnya, serta pada HUT ini sangat tepat dalam berkampanye pentingnya memiliki satu lambang dan satu perhimpunan nasional dalam satu negara.

Jusuf Kalla mengimbau, kata Rini, agar seluruh PMI Propinsi dan Kabupaten/Kota, untuk mengangkat tema tersebut sebagai bagian dari kampanye nasional dengan kerja nyata yang komprehensif, sehingga masyarakat semakin paham tentang arti dan peran PMI. (Ant)

Sumber

701 Warga Papua Meninggal karena HIV/AIDS

SHUTTERSTOCK
BIAK, KOMPAS.com — Jumlah warga Papua yang meninggal karena tertular virus HIV/AIDS hingga triwulan pertama, 31 Maret 2011, mencapai 701 orang dari keseluruhan pengidap penyakit mematikan itu yang sebanyak 7.319 orang.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua Josef Rinta Rachdiyatmaka per 31 Maret 2011, seperti dilansir kantor berita Antara, Senin (19/9/2011), dari 701 warga Papua yang meninggal itu tersebar di Kabupaten Biak Numfor 135 orang, Kabupaten Jayapura 94 orang, dan Kabupaten Jayawijaya 160 orang.
Sementara di kabupaten lain, yaitu Keerom, jumlah warga yang meninggal empat orang, Kota Jayapura 27 orang, Mappi 10 orang, Merauke 60 orang, Mimika 106 orang, Nabire 22 orang, Paniai 31 orang, Puncak Jaya 4 orang, serta Yapen Waropen 48 orang.
Angka kumulatif pengidap HIV/AIDS per 31 Maret 2011 tercatat 7.319 kasus dengan rincian, Kabupaten Biak Numfor 588 kasus (HIV 60 kasus dan AIDS 528 kasus), Kabupaten Jayapura 678 kasus (HIV 294 kasus dan AIDS 384 kasus), serta Kabupaten Jayawijaya 973 kasus (HIV 240 kasus dan AIDS 733 kasus).
Kabupaten Keerom 22 kasus AIDS, Kota Jayapura 276 kasus (HIV 35 kasus dan AIDS 241 kasus), Mappi 71 kasus (HIV 4 kasus dan AIDS 67 kasus), Merauke 1.211 kasus (HIV 735 kasus dan AIDS 475 kasus), serta Mimika 2.180 kasus (HIV 1.661 kasus dan AIDS 519 kasus).
Sementara pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Nabire 975 kasus (HIV 225 kasus dan AIDS 750 kasus), Paniai 196 kasus (HIV 101 kasus dan AIDS 95 kasus), Puncak Jaya 19 kasus (HIV 2 kasus dan AIDS 17 kasus), serta Yapen Waropen (Yawa) 150 kasus (HIV 20 kasus dan AIDS 130 kasus).
Untuk kelompok umur pengidap HIV/AIDS tertinggi pada usia 20-29 tahun (3.335 kasus), usia 30-39 tahun (1.938 kasus), usia 15-19 tahun (692 kasus), 40-49 tahun (619 kasus), 50-59 tahun (171 kasus), di atas 60 tahun (28 kasus), 5-14 tahun (90 kasus), 1-4 tahun (73 kasus), kurang dari 1 tahun (53 kasus), dan tidak diketahui 320 kasus.
Josef, yang juga Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Papua, mengharapkan adanya kepedulian masyarakat dan lembaga terkait dalam turut serta menyosialisasikan dan mencegah penularan virus HIV/AIDS.
"Penyakit menular HIV/AIDS di Papua dominan pada usia produktif 20-29 tahun. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat mencegah penularan virus mematikan yang belum ada obatnya," kata Josep saat melantik pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Biak Numfor.

Festival Ken Dedes Kembali Digelar di Malang


Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat akan menghidupkan kembali Festival Ken Dedes yang digelar terakhir kali sekitar 1980.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, Senin mengatakan, Festival Ken Dedes digelar terakhir kali pada 1980-an dan pihaknya dalam waktu dekat ini akan menggiatkan kembali acara tersebut.

"Festival Ken Dedes dan Malang Keprabon ini akan kami gelar dalam dua event yakni dialog dan bedah buku sejarah Ken Dedes serta pawai seribu Ken Dedes yang melibatkan masyarakat secara umum," tegasnya.

Festival Ken Dedes tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik baru bagi industri wisata di Kota Malang, selain Festival Malang Tempoe Doeloe yang sudah menjadi agenda tahunan dalam rangka HUT Kota Malang.

Sedangkan Festival Ken Dedes dan Malang Keprabon, katanya, dijadikan agenda wisata tahunan yang digelar setiap Oktober."Selama ini Ken Dedes sudah dilupakan masyarakat, padahal Ken Dedes itu dulu tinggalnya di Polowijen (Panawijil)," katanya.

Ida Ayu mengemukakan, dialog dan bedah buku sejarah tentang Ken Dedes digelar tanggal 8 Oktober di situs Ken Dedes yang berlokasi di kawasan Polowijen, Kecamatan Blimbing.

Tujuan diadakannya dialog dan bedah buku sejarah Ken Dedes itu sebagai upaya untuk menyebarkan nilai-nilai positif dari sejarah masa lalu kepada masyarakat luas.

Secara fisik pun, tegas Ida Ayu, patung Ken Dedes sebagai simbol keagungan seorang tokoh perempuan juga hanya ada satu, yakni di pintu gerbang (masuk) Kota Malang dari arah utara. "Oleh karena itu kami akan terus berupaya membumikan Ken Dedes di Kota Malang melalui berbagai kegiatan termasuk pawai seribu Ken Dedes yang melibatkan masyarakat umum, pelajar serta aktivis Malang Keprabon," ujarnya.

Berdasarkan Kitab Pararaton, Ken Dedes adalah putri dari Mpu Parwa dari Desa Panawijil (sekarang diyakini berganti nama Polowijen). Ken Dedes hidup pada awal abad VIII. (Ant)

Sumber

Usung Go Clean, Panggung BIL Project Musti Bersih


DI tengah maraknya band-band baru bermunculan di kancah musik Indonesia, trio suami keluarga Haque tak mau ketinggalan. Ketiga pria itu membentuk sebuah band dengan aliran yang cukup unik yakni musik sawah. Band yang baru menelukan album perdana itu pun memiliki misi 'Go Clean'.

Nama ketiganya tentu tak asing lagi di dunia musik Tanah Air. Ketiganya yakni pemilik suara emas berpadu rock Ikang Fawzi (suami Marissa Haque), multi instrumentalist Ekki Soekarno (suami Soraya Haque), dan maestro drum Gilang Ramadhan (suami Shahna Haque).

"Namanya BIL Project. BIL itu kan Brother In Law yang artinya saudara ipar. Kita kan iparan semua dan keluarga mendukung banget," kata Sang Vokalis kepada www.metrotvnews.com di sela-sela syuting 811 Show Metro TV. Saat tampil di Metro TV, BIL Project mendapat additional personel bassis senior Adi Dharmawan.

Ikang mengaku bandnya berbeda dari kelompok musik lain. Musik sawah yag mereka usung merupakan pencitraan berbeda. Musiknya berawal dari penyebutan nama atas pola rhytm yang dipopulerkan Rhythm Sawah.

Ketiganya kemudian mengolaborasikan kemamuan masing-masing dan menerjemahkan berbagai rhythm yang berakar dari budaya perkusi Nusantara. Kolaborasi itu pun dipadukan dalam permainan dan peralatan drum modern.

"Musik Sawah sebetulnya diambil dari sebuah komponen rhytm yg ada di Indonesia, jadi kita ambil rythm tradisional yang diubah menjadi modern, yang hasilnya tentu sangat unik sekali," tutur sang maestro drum, Gilang Ramadhan.

Gilang menceritakan band saudara ipar itu terbentuk terbentuk dua tahun silam. Selain musik yang menarik dan berbeda, BIL Project pun memiliki ciri khas lain. Apa itu?

"GO Green lagi marak belakangan ini, tapi tanpa Go Clean pasti lah ada something missing disana. Jadi saat kita mau manggung, kita ada standar prosedur kebersihan kepada pihak promotor maupun panitia," jelas Ikang.

Bisa dikatakan, tambah Gilang, misi itu untuk memproteksi dan efisian buat menjaga kebersihannya. Walaupun demikian, katanya, tak ada pawai Go Clean di lirik lagu mereka. Hanya saja, mereka selalu berpesan pada panitia mengenai standar kebersihan. Setidaknya, panitia menjaga kebersihan radius 20 kilometer dari panggung.

Tentu saja, upaya mereka itu mendapat dukungan dari masyarakat maupun pemerintah. Mereka berharap gerakan itu mampu menyelamatkan lingkungan dan masa depan bangsa. Untuk ke depannya, mereka berupaya untuk menyampaikan misi kebersihan bathin.

"Karena pada dasarnya setiap musisi bakal berpikir ke arah perbaikan pada diri manusia," aku Ikang yang tengah merencanakan tur promo di beberapa kota di Jawa itu.

Ditanya apa arti musik bagi para personel BIL Project. Ternyata mereka punya jawaban sama.

"Musik adalah nafas kehidupan kita, musik bisa mempererat hubungan silaturahmi terutama di sini hubungan keluarga, musik juga mampu memberikan value added bagi kita. Kita gak akan meninggalkan musik. Musik sudah di bawah agama dan jadi satu kebutuhan ya. Kalau gak bermusik kayak mati kutu gitu kitanya," terang para personel BIL Project sebelum mengakhiri pembicaraan.

Oke deh BIL Project, sukses buat misi baiknya.(*****)

Perlu Moratorium Konversi Lahan Pertanian

KOMPAS/LASTI KURNIA Hatta Rajasa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memandang perlu melakukan moratorium konversi lahan untuk mencegah laju penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke non pertanian.

Moratorium konversi lahan yang didukung Perpres dilakukan untuk mendukung upaya perluasan atau ekstensifikasi lahan pertanian melalui pola pencetakan sawah baru.
-- Hatta Rajasa

Moratorium konversi lahan yang didukung Perpres dilakukan untuk mendukung upaya perluasan atau ekstensifikasi lahan pertanian melalui pola pencetakan sawah baru.

Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa mengatakan itu usai membuka retret soal Peningkatan Produksi Beras, Senin (19/9/2011) di Jakarta.

Hatta mengungkapkan, masalah alih fungsi lahan menjadi perhatian. Ada rekomendasi agar Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden soal Moratorium Konversi Lahan Pertanian. Ini dilakukan seiring upaya pemerintah melakukan pencetakan lahan sawah baru.

Berdasarkan catatan Kompas, untuk mengendalikan laju konversi lahan, dibuat UU No 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. UU ini dibuat menyusul laju konversi lahan yang menghabiskan 100.000 hektar lahan tiap tahun.

Hatta mengatakan, dalam retret ini semua kepala daerah siap meningkatkan produksi beras, asalkan ada dukungan dana. Dan Hatta melihat itu sebagai suatu yang wajar.

Sumber

Polri Didesak Minta Keterangan Mahfud MD

TRIBUN/HERUDIN
Mantan Panitera Mahkamah Konstitusi, Zainal Arifin Husein, memberikan keterangan kepada Panja Mafia Pemilu DPR, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2011). Zainal membantah terlibat membuat surat palsu MK.




Tim kuasa Hukum mantan panitera Mahkamah Konstitusi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat MK Zainal Arifin Hoesein meminta penyidik Polri meminta keterangan Ketua MK Mahfud MD, hakim MK, dan pakar hukum tata negara Saldi Isra.
Keterangan Mahfud MD sebagai keterangan saksi yang meringankan dinilai penting dalam kasus tersebut dengan tersangka Zainal Arifin.

Keterangan Mahfud MD sebagai keterangan saksi yang meringankan dinilai penting dalam kasus tersebut dengan tersangka Zainal Arifin.
Hal itu diungkapkan kuasa hukum Zainal Arifin, Andi M. Asrun, di Jakarta, Senin (19/9/2011). "Tim kuasa hukum Zainal akan menyampaikan surat permintaan pemeriksaan saksi a de charge, yaitu Prof Dr Mahfud MK, Prof Dr Maria Farida dan Prof Dr Harjono," kata Andi Asrun.
Selain itu, lanjut Andi, tim kuasa hukum juga memita penyidik meminta keterangan saksi meringankan, antaralain ahli hukum tata negara Prof. Dr. Saldi Isra. Para saksi meringankan itu sudah bersedia memberi keterangan. "Saya berharap penyidik meminta keterangan mereka," katanya.
Sumber

Sudah Menguntungkan, Bisnis Kuliner pun Kebal Krisis Ekonomi

Metrotvnews.com, Jakarta: Industri kuliner berkembang menjadi sebuah sektor yang bisa diperhitungkan pelaku bisnis. Bisnis itu bahkan mampu meraup untung mulai dari 100 hingga 1000 persen. Demikian dikatakan Redaktur Senior Majalah Bisnis SWA, Teguh Poeradisastra dalam prorgam dialog 811 Show Metro TV, Senin (19/9).

Tak hanya itu, Teguh menyebutkan bisnis kuliner kebal terhadap krisis ekonomi. Pada tahun 1998 misalnya, krisis moneter yang menerpa Indonesia tak mampu menggoyahkan industri kuliner.

"Industri kuliner akan mati, kalau orang sudah enggak doyan makan, dan itu tak mungkin terjadi", katanya. Manusia selalu membutuhkan makanan dan akan selalu hidup. Ketika pendapatan per kapita naik,tuturnya, pendapatan industri kuliner pun melonjak.

Menurutnya, industri masak memasak itu berpotensi besar untuk berkembang. Terlebih lagi, Indonesia yang memiliki 37 provinsi memilikianeka ragam makanan lokal yang menggugah selera.

Pendapat senada pun dikemukan seorang carier coach, Rene Suhardono. Menurutnya perkembangan industri kuliner yang pesat akibat penambahan jumlah kelas menengah di masyarakat. Kelas tersebut merupakan pangsa pasar potensial karena banyak dari mereka tak memiliki waktu memasak sendiri di rumah.

"Mereka mempunyai diposable income yang lebih besar yang dialokasikan untuk makan", jelasnya.

Namun, Rene menyayangkan kuliner Indonesia belum mencapai levelseperti makanan Thailand. "Local food Indonesia lebih dirasakan oleh orang Indonesia", tegasnya.

Rene mengatakan industri kuliner di Indonesia belum menjadi ekspresi kultural bangsa. Rene dan Teguh pun sepakat masyarakat Indonesia harus lebih gemar memasak. (******)

Sumber

Warga Lhok Bubon Dihebohkan Benda Diduga Meteor

Metrotvnews.com, Meulaboh: Sebuah benda langit yang diduga meteor jatuh di perairan laut Samudra Hindia, jaraknya sekitar 200 meter dari bibir Pantai Lhok Bubon, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, membuat warga setempat heboh.

Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto melalui Kapolsek Sama Tiga Ipda Yusra dihubunggi wartawan dari Meulaboh, Selasa (6/9), membenarkan kejadian jatuhnya sebuah benda luar angkasa, enam jam sebelum guncangan gempa 6,7 SR pada Senin (5/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Saya juga tidak melihat kejadian itu, namun ada masyarakat yang melapor menyaksikan kejadian tersebut, kejadiannya itu hanya diketahui sebagian warga," kata Kapolsek Sama Tiga.

Yusra menjelaskan laporan tersebut disampaikan dua warga bubon M. Irfan (38) ketua pemuda Desa Cot Seusai dan Dahrum, yang menyaksikan langsung fenomena alam itu saat keduanya berada di bibir pantai Bubon.

Ia juga mengatakan sebuah benda misterius tersebut jatuh sekitar 200 meter dari dermaga milik PT.KTS, keduanya terkejut saat melihat sebuah benda terjatuh terus mendidih seperti besi panas yang dicelupkan ke dalam air seraya mengeluarkan kumpulan asap putih.

"Jatuhnya sekitar 200 meter dari dermaga perusahaan PT. KTS, saat benda itu terjatuh air laut terlihat seperti mendidih dan mengeluarkan asap ibarat besi panas dicelup kedalam air," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan fenomena alam tersebut langsung dicari kebenarannya bersama Badan SAR Meulaboh Rescue dengan menyelami lautan tempat jatuhnya benda luar angkasa tersebut guna membuktikan benar jatuhnya batu meteor seperti laporan masyarakat setempat.

Dikatakan, apabila benda tersebut benar dan ditemukan masih utuh tentunya akan bermamfaat sebagai bahan penelitian bidang Astronomi.

"Mana tahu batunya masih utuh bisa dimamfaatkan sebagai bahan penelitian, dan badan SAR Nasional akan turun mencari benda itu di dasar laut yang dilaporkan warga bubon," imbuhnya.(Ant/RIZ)

Sumber

Tangis Haru Warnai Akhir Misi Atlantis


Metrotvnews.com, Cape Canaveral: Roda pesawat ulang alik Atlantis menyentuh runaway Pusat Antariksa Kennedy, Cape Canaveral, Florida, Kamis (21/7) pagi waktu setempat, sekaligus mengakhiri program luar angkasa prestisius Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 30 tahun.

Para pekerja Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berjajar di pingir lintasan dan menyambut penuh kegembiraan sekaligus haru, kembalinya Atlantis beserta awaknya setelah selama 13 hari melakoni misi pamungkas ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Berakhir pula program penerbangan luar angkasa yang dilakukan sebanyak 135 kali.

Direktur peluncuran pesawat ulang alik Mike Leinbach mengatakan, terlihat pria dan perempuan yang meneteskan air mata mengakhiri program mercusuar negeri Adidaya itu. Air mata haru karena keberhasilan negeri Paman Sam itu dalam unjuk teknologi yang diakui dunia.

Atlantis tidak biasanya sampai ke bumi di pagi hari, dan komandan Atlantis Chris Ferguson dengan mulus mendaratkan pesawat berbobot 100 ton itu. Atlantis menyentuh landas pacu pukul 5.57 waktu setempat atau 9.57 GMT. Mengakhiri perjalanan panjang sejauh 5,2 juta mil (8,4 juta kilometer) dan menutup halaman sejarah perjalanan manusia ke luar angkasa.

"Misi telah diselesaikan, Houston," kata Ferguson melalui radio komunikasi kepada pengawas misi.

Direktur Pusat Antariksa Kennedy Bob Cabana mengatakan, "Ini menjadi tujuan kami dalam dua tahun terakhir program kami dengan keselamatan penerbangan pesawat ulang alik dan kami telah melakukannya saat ini."

Atlantis telah mengakhiri program yang berusia 30 tahun, dengan penerbangan rutin ke ruang angkasa. Kendati ditandai dua kecelakaan fatal yang menewaskan 14 astronaut dan menghancurkan dua dari lima pesawat ulang alik yang dimiliki NASA. (Reuters/MI/RIE)

Sumber

Bosscha Dipakai Astronom AS Teliti Pluto

Metrotvnews.com, Bandung: Dua astronom asal Amerika Serikat melakukan pengamatan okultasi Pluto di Observatorium Bosscha, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (27/6). Kedua astronom bernama Mark Bullock dari Southwest Research Institute, Colorado dan John Stansberry dari Steward Observatory.

Menurut Mark, apa yang dilakukannya untuk mengetahui apakah di Planet Pluto ada kehidupan atau tidak dengan meneropong atmosfer dan iklim cuaca di Pluto. "Bosscha adalah salah satu tempat yang akan bisa dilintasi bayangan dari gerhana bintang yang akan dapat jelas diamati asalkan cuaca tidak mendung," kata Mark didampingi temannya.

Dijelaskannya, apa yang dilakukannya ini penting untuk mengetahui karakteristik serta ukuran Pluto dan dua satelitnya, yakni Charon dan Hydra. Okultasi pluto, yakni peredaran Pluto menutupi bintang di belakangnya pada Juni ini terjadi dua kali, yakni pada 23 dan 27 Juni.

Meski demikian, okultasi pada 23 Juni tidak dapat diamati dari Indonesia karena hanya terlihat di kawasan timur Samudra Pasifik, yakni Hawaii, California, dan Mexico serta kawasan barat Samudra Pasifik yakni Nauru dan Filipina. Sementara pada 27 Juni, okultasi pluto dapat diamati dari Indonesia karena melintasi sebagian besar daerah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa.

"Okultasi Pluto hanya akan terjadi selama dua menit mulai pukul 21.18 WIB. Meski demikian, pengamatan dilakukan sekitar 30 menit untuk mengabadikan momen sebelum dan pascaokultasi Pluto. Untuk merekam momen langka tersebut, dua astronom itu menggunakan Portable High-speed Occultation Telescope (PHOT) yang sangat sensitif terhadap pergerakan bintang," menurutnya.

Ditambahkan rekannya, pengamatan okultasi Pluto penting karena mengenai planet kecil itu hingga kini masih sedikit astronom yang mengamatinya. Atmosfer pluto, menurut dia, memiliki kemiripan dengan bumi karena juga mengandung nitrogen.

Direktur Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan mengaku, Indonesia dengan Bosschanya bangga karena bisa ikut bagian mengamati fenomena langka itu meski hanya berlangsung beberapa menit.

Menurutnya, okultasi Pluto merupakan peristiwa pergerakan pluto menutupi bintang di belakangnya ketika disaksikan pengamat dari bumi. Dua satelit Pluto secara bergantian juga mengalami hal yang sama. "Kejadiannya sama seperti gerhana. Dalam hal ini, Pluto menutupi cahaya bintang di belakangnya ketika dilihat dari bumi," katanya.(Ant/BEY)

Siap-siap, Satelit 6 Ton Akan Menghantam Bumi

SEBUAH satelit akan jatuh ke bumi dalam sepekan ini. Peringatan itu disampaikan pejabat Amerika Serikat bidang ruang angkasa, Jumat (16/9).

NASA baru saja mengamati satelit seberat 6 ton tersebut. NASA memperkirakan kedatangan satelit itu pada 23 September 2011. Ilmuwan NASA menghitung satelit akan pecah menjadi 26 bagian saat mendekati bumi.

Mungkin, kata pejabat AS, pecahan benda langit itu akan mengenai seseorang di mana pun berada di permukaan bumi. Tapi, belum ada manusia yang tertimpa sampah antariksa itu.

NASA berharap dapat memperbarui informasi itu lebih rinci. Untuk sementara, semua benua, kecuali Antartika, berpotensi terkena puing-puing satelit.(AP/MI/RRN)

Pandeglang Diusulkan Jadi Pusat Pendidikan Nasional


Metrotvnews.com, Pandeglang: Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten mengusulkan agar daerah itu menjadi pusat pendidikan yang dapat menampung para pelajar dari berbagai daerah, termasuk Jakarta.

"Kami sudah mengusulkan pada Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat, agar Pandeglang dijadikan sebagai pusat pendidikan secara nasional," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang Aah Wahid Maulany, Jumat (16/9).

Secara geografis, kata dia, Pandeglang sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi dan ibu kota negara, sangat cocok dijadikan pusat pendidikan. Selain itu, di daerah tersebut juga masih tersedia lahan cukup luas untuk pembangunan sarana pendidikan, ditunjang iklim yang sejuk dan nyaman.

"Menjadikan Pandeglang sebagai pusat pendidikan merupakan obsesi kami, dan mudah-mudahan bisa didukung oleh pemerintah provinsi dan pusat," kata Wahid.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menetapkan beberapa lokasi yang akan dijadikan pusat pendidikan, di antaranya di Kecamatan Majasari, Kaduhejo dan Mandalawangi. Penetapan lokasi pendidikan tersebut, sudah dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang saat ini sedang dalam pembahasan akhir.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menjelaskan daerah itu sangat berpeluang menjadi pusat pendidikan, mengingat di Serang dan DKI Jakarta tidak ada lagi lahan untuk membangun bangunan dan sarana pendidikan lainnya.

"Karena di Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten dan DKI Jakarta tidak ada lahan lagi untuk membangun sarana pendidikan, maka bisa arahkan ke Pandeglang," katanya. (Ant/ICH)

Sumber

Tukul pernah Ditawari Gelar Doktor Honoris Causa


Metrotvnews.com, Bandung: Pelawak sekaligus presenter kondang Tukul Arwana membuat pengakuan mengejutkan. Tukul mengaku pernah ditawari gelar kehormatan atau doktor honoris causa dari sebuah universitas swasta di Jakarta.

"Tawarannya datang tiga tahun lalu. Saya sempat gobrol dengan seorang pakar dari universitas tersebut, lalu beliau tertarik," kata Tukul. Itu disampaikan Tukul ketika menghadiri sidang promosi doktoral Letnan Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan di Gedung Pascasarjana Universitas Pajajaran Bandung, Sabtu (17/9).

Dari pertemuan dan obrolan itu, Tukul ditawari untuk membuat penelitian tentang dunia perlawakan. Bahwa, kemampuan lawak itu bukanlah bakat atau pun faktor turunan, melainkan sesuatu yang bisa dilatih.

"Saya juga ditawari untuk membuat analisis karakter dalam perlawakan, tentang proses komunikasi dan penyampaian pesan apa yang disampaikan lewat karakter," ujar presenter Bukan Empat Mata itu.

Menurut Tukul, dunia perlawakan bisa dipelajari dan dijabarkan secara ilmiah. Katanya, lawak itu suatu bidang yang bisa diterima secara akademis dan universal.

"Karakter tokoh pelawak itu bisa dianalisis pesannya. Misalnya, joker, kenapa identik dengan menghibur, padahal tidak selamanya juga harus seperti itu. Berarti ada unsur komunikasinya kan," lanjutnya.

Tukul mengatakan, dirinya sanggup menjabarkan tentang sejarah perlawakan. Bahkan, dia sempat menjuluki dirinya sebagai "Doktor Lawak Tukul Arwana".

"Kalau bisa, saya buat saja Fakultas Perlawakan, yang mempelajari tentang bagaimana hubungan antara manusia dengan manusia lainnya agar bisa saling menghibur dan menyenangkan satu sama lain. Itu kan sekarang yang dibutuhkan. Dari pada saling mengecewakan, tertutuplah rezeki," tuturnya.

Ketika ditanyai keinginan untuk meneruskan kuliah, dia mengatakan, ingin bisa meneruskan kuliah. Namun, karena kesibukan dan jadwal yang padat, ia terpaksa mengurungkan niat itu. "Wah ingin, ingin sekali bisa kuliah, tapi saya berat juga harus mengatur jadwal yang padat." (Ant/DOR)

Sumber

Jumat, 16 September 2011

Uang Rp 1,5 M Disebut untuk Para Kyai




Jakarta - Dalam penangkapan dua pejabat Kemenakertrans, KPK menyita uang Rp 1,5 miliar. Uang itu digunakan dengan dalih untuk para kyai.

Hal ini diungkap kuasa hukum tersangka Dadong Irbarelawan, Syafri Noer, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2011).

Syafri menyebut empat nama yang berperan aktif dalam kasus ini. Mereka adalah Ali Mudhori, Fauzi, Sindu Malik dan Acos.

Sindu adalah mantan pegawai Kementerian Keuangan. Sindu sering berkomunikasi dengan Dharnawati, tersangka kasus ini dari pihak pengusaha. Namun, Dharnawati rupanya kurang cocok dengan Sindu.

"Karena menurut Nana (panggilan Dharnawati) tak suka dengan cara-cara Sindu Malik dan dia tak percaya terhadap Sindu karena orangnya tak bisa dipegang," papar Syafri.

Nah, Sindu kemudian menggunakan jalur lain, melalui Nyoman dan Dadong. Sindu dan tiga orang lainnya menggunakan nama menteri hingga urusan jatah buat para kyai supaya Dharnawati mempercepat melakukan pengeluaran fee. Sebab, Dharnawati sudah melanggar batas waktu penyerahan 19 Agustus.

"Informasi dari mereka, jadi yang bawa nama menteri, THR, kyai itu ya mereka," kata Syafri.

"Sampaikan ke Dadong dan Nyoman agar dana itu cepat ditarik," lanjut Syafri.

(mok/aan)

Sabtu, 13 Agustus 2011

Yusril Berharap Tak Terjadi Cuci Otak

Mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, berharap dalam proses pemeriksaan M Nazaruddin tidak terjadi brainwashing (cuci otak) atau intimidasi.

"Kita berharap tidak terjadi brainwashing atau intimidasi, sehingga yang bersangkutan ketika pulang tidak ketakutan untuk mengungkapkan fakta yang selama ini dia kemukakan melalui media elektronik," terang Yusril, Sabtu (13/8).

Yusril pun meminta pada tim yang menjemput Nazarudin agar dapat menjelaskan perjalanan 30 jam dari Bogota, Kolombia hingga Jakarta, sehingga tidak ada prasangka buruk Nazzarudin telah dibrainwashing dalam perjalanan. Dengan harapan mantan Bendahara umum Partai Demokrat ini dapat membeberkan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Partai Demokrat.

"Sehingga dia (Nazarudin) dapat betul-betul menjadi saksi untuk mengungkapkan banyak sekali fakta terkait pidana, korupsi dan lain-lain yang diduga melibatkan elit politik, elit pemerintah, dan elit partai Demokrat saat ini," terangnya.

Yusril pun berharap pernyataan tersangka Wisma Atlet Segames palembang sangat penting, jika dapat membeberkan dana-dana yang didapat untuk partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Kendati tudingan Nazarudin belum dapat dianggap sebagai fakta hukum terhadap elit Demokrat, namun KPK dapat dapat menindaklanjuti dengan investigasi secara mendalam guna mencocokan keterangan Nazarudin dengan elit poltik.

"Pernyataan Nazarudin melalui media elektronik belum dapat dianggap sebagai fakta hukum dan itu harus ditindaklanjuti dengan menginvestigasikan secara mendalam," kata Yusril.(IAN)

Jumat, 12 Agustus 2011

Tentang Kupu-kupu dan "Peuyeum"

Tentang Kupu-kupu dan "Peuyeum"

ADAPUN mengapa kupu-kupu itu indah, orang suka terkesima dan barangkali lupa untuk tidak memperhatikan proses kehadirannya. Padahal, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kupu-kupu itu dulunya ulat. Lalu ulat itu menjadi kepompong, sebelum akhirnya menjadi kupu-kupu. Semua proses itu dalam pelajaran biologi dikenal dengan sebutan metamorfosis. Apa hubungannya itu semua dengan kita, khususnya di bulan suci Ramadhan ini? Sebenarnya yang saya tulis ini sudah "common sense" saja, sudah banyak diulas oleh penceramah-penceramah agama "kelas kampung" hingga "kelas lux" (ingat penceramah itu juga ada kelas-kelasnya, kalau ukurannya adalah kapitalisasi materi). Bahwa metamorfosis itu dikaitkan dengan proses spiritual puasa Ramadhan ini jelas kita manusia, terlebih yang beriman ini, bertabiat rakus atau suka tak kuat menahan godaan, suka khilaf, sombong, menumpuk harta, atau perbuatan-perbuatan lain yang membuat dosanya menumpuk. Itulah manusia yang ibarat ulat. Perhatikan ulat itu makan, makan, dan makan saja. Sikat, sikat, dan sikat apa-apa yang ada dihadapannya, untuk "mengenyangkan perutnya". Benar kata Ki Dalang, namanya j uga "menungso yang berarti "menus-menus tur ngongso", manusia itu cenderung rakus.

Persoalannya, apakah kita, akan terhenti pada fase ulat, padahal kita tahu kelak akan ada fase kupu-kupu sebagai hasil dari suatu proses metamorfosis itu? Saya kira semua manusia ingin menjadi kupu-kupu yang indah, simbol atas kesempurnaan proses menjadi manusia sejati yang hanif. Hanya saja kerap manusia lupa akan kesadarannya untuk ke sana. Godaan dunia membuatnya susah meninggalkan watak dan perilaku rakusnya, sehingga tak mau beranjak ke fase kepompong, fase berpuasa, penyucian jiwa, untuk kelak lahir kembali sebagai "manusia baru*.

Fase kepompong merupakan fase yang menentukan dari ulat menjadi kupu-kupu. Ia adalah fase bertapa, berkontemplasi, menahan atau mengendalikan diri, bersabar untuk menunggu perubahan dengan berpasrah kepada-Nya. Perubahan itu tentu saja dari "yang gelap" menuju "terang", ia akan membuka mata ketika kerakusan itu sima, tetapi yang muncul adalah keindahan dan kemanfaatan. Nah, para penceramah sering menjelaskan bahwa puasa kita itu seperti fase kepompong. Tolong henlikanlah kebiasaan rakus Anda, baik rakus secara fisik maupun nonfisik. Puasa tidak berarti menahan lapar dan dahaga, tetapi juga jauh daripada itu adalah menahan diri, mengendalikan nafsu sedemikian rupa sehingga memperoleh kemaslahatan diri dan sosial.

Emha Ainun Nadjib dalam sebuah ceramah pengajian Paramadina kira-kira 15 tahun yang lalu, ketika almarhum Nurcholish Madjid masih aktif, mengibaratkan puasa Ramadhan ibarat proses peragian untuk menuju kematangan rohani atau spiritual pelakunya. Fase peragian ini mirip dengan fase kepompong itu, yakni untuk mencapai "kematangan spiritual". Keindahan yang dimiliki kupu-kupu adalah simbol dari keindahan atas kematangan spiritual itu.

Anda mungkin langsung ingat peuyeum atau tape singkong, apabila mendengar "proses peragian", sebab makanaa tersebut adalah hasil peragian. Kalau prosesnya sempurna, maka rasa peuyeum itu euleuh-euleuh sungguh enaknya, lebih manis ketimbang kecut. Kalau prosesnya tidak sempurna, dapatnya cuma kecut saja. Kalau puasa kita sempurna, tentu saja hasilnya akan lebih "manis" ketimbang apabila rusak. Anda lebih tahu dan bisa menilai sejauhmana kesempurnaan puasa Anda di Ramadhan ini. Yang penting, mari kita lakukan proses puasa kita ini secara sempurna. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan amal-ibadah kita semua. Amin.(M Alfan Alfian, Universitas Nasional, jakarta)

Pengemis Naik 200 Persen, Satpol Siaga

IMANUEL MORE GHALE Ilustrasi: Fariz (3) dan Dendi (10), kakaknya, sedang mengemis di lampu merah Jalan Diponegoro, pertigaan Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011). Fariz (berbaring) adalah penderita gizi buruk. 



Pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang akan menertibkan pengemis, pengamen, dan anak jalanan menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah.


"Kami akan tertibkan para pengemis, pengamen, dan anak jalanan di persimpangan atau lampu pengatur arus lalu lintas," kata kepala satpol PP setempat, Aris Saputra, di Palembang, Jumat (12/8/2011).
Menurut dia, jumlah para pengemis, pengamen, dan anak jalanan menjelang Idul Fitri atau tujuh hari sebelum Lebaran biasanya meningkat sekitar 200 persen. "Untuk mengatasi kondisi itu, Satpol PP Palembang sudah siap siaga dengan menyiapkan petugas di lapangan," katanya.
Ia mengatakan, hampir setiap tahun menjelang Lebaran, para pengemis, pengamen, dan anak jalanan itu jumlahnya meningkat dan ini tentu saja menganggu ketertiban dan lalu lintas. "Terkait dengan itu pula, mereka akan menjaring dan menyerahkannya kepada dinas sosial setempat," ujarnya.
Ia menuturkan, para pengemis, pengamen, dan anak jalanan itu sendiri berasal dari pinggiran Kota Palembang dan luar kota. Lokasi yang rawan pengemis, pengamen, dan anak jalanan itu seperti di persimpangan Charitas, Jakabaring, Polda, Tanjung Api-Api, dan simpang lima DPRD Sumatera Selatan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Palembang agar tidak memberikan uang atau apa pun kepada para pengemis, pengamen, dan anjal tersebut. Sebaiknya sumbangan itu diberikan langsung ke panti-panti asuhan dan masjid. "Jika sumbangan itu diberikan kepada panti asuhan dan masjid jelas manfaatnya," tuturnya.
Sesuai dengan Perda No 44 Tahun 2002 juncto 13 Tahun 2007 tentang Ketenteraman dan Ketertiban, demikian Aris.
PALEMBANG, KOMPAS.com

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Free Samples