Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

SBY Harus Perkuat Karakter Kepemimpinan

SBY harus memperkuat karakter kepemimpinannya. Jika tidak akan muncul isu macam-macam.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera memperkuat karakter kepemimpinannya. Karena, menurut Mahfud, kepemimpinan yang kuat adalah syarat mutlak untuk menciptakan pemerintahan yang kuat dan efektif.

Tinggal manajemen saja, leadership diperkuat. Dan sebaiknya manajemen pemerintahan lebih dikontrol lagi," kata Mahfud kepada wartawan saat menghadiri buka puasa di Kediaman Ketua MPR Taufik Kiemas, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2011.

Mahfud mengatakan bahwa jika SBY tidak mampu memperbaiki pengelolaan pemerintahan maka akan muncul banyak isu, termasuk isu pemakzulan terhadap pemerintahan di tengah jalan. Meskipun hal itu merupakan preseden buruk dalam proses demokrasi di Indonesia, tapi "Politik kadang kala sulit dikendalikan. Kalau sudah bicara soal itu agak susah ya pada posisi mana kita menilai," katanya.

Namun Mahfud berharap agar pemerintahan Presiden SBY dapat berjalan dengan baik sampai 2014 mendatang. "Saya berdoa mudah-mudahan tidak ada gangguan sampai 2014, karena kita sedang membangun sistem politik yang baru," kata Mahfud.
Soal wacana menjatuhkan presiden, kata Mahfud, sangat sulit dilakukan sebab syaratnya juga sangat berat. Memanggil sidang istimewa harus dengan persetujuan DPR. Dan sidang DPR dan juga MPR harus kuorum. Harus dihadiri 2/3 dari semua anggota dewan.
• VIVAnews

Sabtu, 16 April 2011

BILA TIFATUL DAPAT KIRIMAN LINK SITUS PORNO

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Selasa, 15 Maret 2011

PKB Beber Nasib Lily Wahid dan Gus Choi Kamis

Nasib Lily Chadidjah Wahid atau Lily Wahid dengan Effendi Choirie atau Gus Choi sebagai anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sebagai anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa akan ditentukan Kamis 17 Maret nanti.

"Nanti sajalah Kamis. Masak itu terus yang ditanya," kata Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, di sela Musyawarah Kerja Nasional dan Forum Kerjasama Program Legislatif dan Eksekutif PKB, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa 15 Maret 2011.

Muhaimin enggan memberikan keterangan soal Lily Wahid dan Gus Choi. Keputusan resmi partai akan disampaikan lusa mendatang. Hal ini juga ditegaskan Sekjen PKB, Imam Nahrowi, di acara yang sama.

Menurut Imam, PKB berkonsentrasi untuk menggelar Mukernas yang mengumpulkan politisi-politisi yang duduk di legislatif dan eksekutif. Sikap resmi partai mengenai pergantian Gus Choi dan Lily Wahid akan diumumkan Kamis 17 Maret 2011.

Imam memohon semua pihak bersabar, karena bagaimanapun persoalan itu adalah urusan internal PKB. "Ini urusan rumah tangga PKB," kata Imam mengulang.

Posisi Lily Wahid dan Effendi Choirie yang dipecat akan digantikan Jazilul Fawaid dan Andi Muawiyah Ramly. Terhadap hal ini, Lily dan Gus Choi, begitu Effendi biasa disapa, sedang menyiapkan langkah hukum untuk menggugat pemecatan mereka. "Sedang kami persiapkan, karena pemberhentian dari PKB tidak sah."

Sebelumnya, Lily mengatakan mekanisme pemberhentian dirinya tidak sesuai prosedur. Surat yang dikirimkan Ketua DPR Marzuki Alie kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) diteken tanpa melalui rapat pimpinan DPR. Maka itu, Lily akan menemui empat pimpinan DPR dan Ketua DPR secara terpisah.
• VIVAnews

Gus Choi: Pemecatan Ini Langgar UU

Dua anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Lily Wahid dan Effendi Choirie, sudah bertemu pimpinan DPR. Keduanya merasa pemecatan dari anggota PKB dan DPR seperti dipaksakan.

"Pemberhentian ini menyalahi ketentuan Undang-Undang yang berlaku," kata Effendi Choirie usai bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, Anis Matta, dan Pramono Anung di gedung DPR, Jakarta, Selasa 15 Maret 2011.

Menurut politisi yang akrab disapa Gus Choi ini, dirinya tidak pernah dipanggil dan diminta klarifikasi oleh Majelis Takhim PKB. Karena, lanjutnya, dalam aturan partai, setiap kali pemberhentian kadernya itu melalui Mahkamah Partai.

Gus Choi mengaku pernah mendapat surat teguran dari DPP PKB. Surat Peringatan (SP) 1 dan SP2. Tetapi, kata dia, alasan pemberian surat teguran itu tidak jelas. Lalu, lanjut Gus Choi, dia mengirim jawaban kepada DPP PKB atas dua surat teguran itu.

"Tapi jawaban saya tidak ditanggapi DPP PKB. Karena tidak ada tanggapan, artinya jawaban saya diterima. Sehingga SP-SP itu tidak berlaku lagi. Jadi kembali lagi dari awal," ujarnya lagi.

Gus Choi menyayangkan pemberhentian dirinya tanpa adanya pemberitahuan awal. Gus Choi baru mengetahui pemberhentian dirinya setelah surat itu sampai ke pimpinan DPR.

"Tahu-tahu pimpinan sudah mengirim ke KPU. Saya kesini juga mempertanyakan itu, kenapa langsung cepat-cepat dibawa ke KPU," kata anggota Komisi I dari daerah pemilihan Gresik dan Lamongan, Jawa Timur, itu.

Hal senada juga disampaikan Lily Wahid. Bagi adik kandung Abdurrahman Wahid ini, pemecatan dirinya menyalahi prosedur. "Ini sepertinya dipaksakan," kata Lily.
Marzuki Alie sudah membantah bahwa telah melayangkan surat pemberhentian atau PAW Effendy Choirie dan Lily Wahid, kepada KPU. Surat yang ditujukan kepada KPU hanya untuk mengecek siapa pengganti dua legislator itu.

"Surat ke KPU hanya untuk pengecekan, seandainya nanti dilakukan PAW, siapa penggantinya, sesuai dengan surat PKB. Kita ikuti mekanisme saja," ujarnya di Jakarta, Senin, 14 Maret 2011.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Yusril: Ane Jual Ente Beli, Ayo ke MK

Di MK nanti, akan dibuktikan tafsir siapa yang benar, versi Yusril atau versi Kejaksaan.
Jum'at, 15 Oktober 2010, 20:46 WIB
Elin Yunita Kristanti, Ismoko Widjaya
VIVAnews -- Mantan Menteri Kehakiman, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, ia mengangkat tabik tanda menghormat kepada Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Babul Khoir Harahap.

Itu dilakukan terkait pernyataan Babul bahwa mengajukan uji tafsir Pasal 65 dan Pasal 116 KUHAP soal saksi meringankan ke Mahkamah Konstitusi, adalah hak Yusril.

"Kalau dulu Hendarman Supandji yang mengajak saya ke pengadilan ketika saya menyoal ketidaksahan Jaksa Agung, sekarang sebaliknya. Saya yang mengajak, mereka yang mempersilahkan" kata Yusril dalam rilis yang diterima VIVAnews, Jumat 15 Oktober 2010.

"Jadi kalau dulu, saya mengutip istilah Betawi, Ente Jual Ane Beli, sekarang keadaannya sudah berbalik, Ane Jual Ente Beli."

Ditambahkan Yusril, pendaftaran permohonan uji tafsir akan didaftarkan ke Panitera Mahkamah Konstitusi, Senin 18 Oktober mendatang.

Dengan statusnya sebagai tersangka, Yusril mengatakan, legal standingnya jelas.

"Saya merasa ada hak-hak konstitusional saya sebagai warga negara dirugikan karena penafsiran yang keliru atas ketentuan Pasal 65 dan Pasal 116 ayat (3) dan (4) oleh lembaga penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Agung Republik Indonesia."

Sebelumnya, sejumlah nama yang diajukan Yusril untuk meringankan dirinya ditolak kejaksaan. Saksi-saksi yang diminta Yusril adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan mantan Menko Ekuin, Kwik Kian Gie.

Kata Yusril, di MK nanti, akan dibuktikan tafsir siapa yang benar, versi Yusril atau versi Kejaksaan Agung.

"Atau kemungkinan ketiga, MK akan mengatakan dua-dua penafsiran kami salah, sehingga MK akan membuat tafsir sendiri atas ketentuan itu," tambah Yusril.
• VIVAnews

Tes Lagu SBY, Hukum Menterinya

"Agar pesannya jelas: itu bukan kebijakan Presiden."
Ismoko Widjaya, Purborini
VIVAnews - Istana Kepresidenan awalnya tidak menganggap terlalu serius munculnya pertanyaan tentang lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam soal tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Perdagangan. Namun, semakin lama disadari bahwa isu yang bergulir terus itu jadi menyudutkan Presiden.
"Kalau saya Presidennya, menterinya harus diberi sanksi agar pesannya jelas: itu bukan kebijakan Presiden," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga, dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 16 Oktober 2010.

Tes lagu SBY itu terjadi pada seleksi CPNS Kementerian Perdagangan 12 Oktober lalu. Soal itu terdapat pada lembar ujian berkode 11-01 di nomor 30 sampai 40. Pertanyaannya berbunyi: "Mana lagu di bawah ini yang merupakan salah satu lagu dalam album ketiga Presiden SBY?" Pilihan jawabannya antara lain: Matahari Bersinar, Sinar Mentari, atau Mentari Bersinar.

"Ini menunjukkan birokrasi yang tidak banyak berubah. Lagu di album Presiden itu ranah privat. Presiden tidak mungkin meminta lagunya dijadikan soal," Daniel menegaskan.

Sebelumnya, soal yang sama juga pernah disorot sebagian kalangan. Saat upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus 2010 di Istana Kepresidenan, salah satu lagu ciptaan Presiden berjudul "Mentari Bersinar" turut dinyanyikan Paduan Suara Gita Bahana Nusantara, setelah bendera Merah-Putih dikibarkan. (kd)
• VIVAnews

VIVAnews - Adang Daradjatun Kirim Surat Nunun Sakit

Rencananya Nunun akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dari Fraksi Golkar.

Arry Anggadha, Aries Setiawan

VIVAnews - Nunun Nurbaeti Daradjatun, istri mantan Wakil Kepala Kepolisian Komjen (Purn) Adang Daradjatun kembali mankir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Siang tadi, jam 10 dari Pak Adang Daradjatun mewakili keluarga menyampaikan bahwa hari ini Bu Nunun tidak bisa hadir karena sakit," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 15 Oktober 2010.

KPK, kata Johan, telah menyerahkan surat panggilan untuk Nunun pada pekan lalu. Sedianya, Nunun akan diperiksa hari ini sebagai saksi atas tersangka dari fraksi Partai Golkar. "Sebagai saksi untuk HB, TMN, BA, dan RK," katanya.

Johan menyatakan, pihaknya akan memeriksa kebenaran keterangan dari Nunun terkait alasan sakitnya. "Surat ini akan dipelajari oleh tim penyidik," katanya.

Dalam persidangan empat mantan anggota DPR, terungkap peran Nunun dalam kasus dugaan suap pemberian cek pelawat paska pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Nunun diketahui sebagai pihak yang membagikan cek perjalanan kepada empat fraksi di DPR.

Namun, selama persidangan, Nunun tidak pernah hadir untuk menjadi saksi. Nunun beralasan saat ini menderita penyakit lupa berat dan sedang menjalani pengobatan di Singapura.

Miranda Goeltom pada Senin 5 April 2010 membantah 480 lembar cek perjalanan berasal dari dirinya. "Saya kaget ada hal itu," kata Miranda saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Miranda mengaku baru mengetahuinya setelah ada pengakuan dari Agus Condro Prayitno. (umi)

• VIVAnews

VIVAnews - Aburizal: Saya Belum Memikirkan Capres 2014

Partai Golkar mematok target meraih minimal 30 persen suara di Pemilu 2014.

Ismoko Widjaya

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie hakulyakin partai yang dipimpinnya akan memenangkan Pemilu 2014. Bila target suara minimal tercapai--sebesar 30 persen--Golkar akan mengusung calon presiden sendiri. Itu artinya dua kali lipat lebih dari peroleh suara Partai Beringin pada Pemilu 2009 lalu sebanyak 14,4 persen.

"Saya optimistis minimal 30 persen suara didapat Partai Golkar. Kalau itu terwujud, Partai Golkar bisa mengusung kadernya sendiri untuk maju di pencalonan presiden," kata Aburizal Bakri di Surabaya, Sabtu, 16 Oktober 2010.

Bagaimana soal kesiapan Aburizal sendiri untuk masuk bursa calon presiden pada 2014?

Menurut mantan pengusaha yang akrab disapa Ical ini, saat ini dia dan Partai Golkar belum memutuskannya. Soalnya, untuk menuju ke titik itu diperlukan mekanisme tersendiri dalam partai. Selain itu, hasil survei juga harus tetap diperhitungkan. "Dan jangan lupa rakyatlah yang akan menentukan pilihan," katanya.

Tentang pernyataan salah satu Ketua DPP Golkar Firman Subagyo dalam konperensi kemarin yang menyebut Ical sebagai "tokoh yang akan datang" pada Pemilu 2014, Aburizal menyatakan, "Saya belum memikirkan itu. Kita lihat hasil survei dulu, siapa yang akan dipilih rakyat? Surveinya saja belum dilakukan," kata Ical sembari tertawa, didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Ketua Golkar Jawa Timur Martono.

Hasil jajak pendapat secara nasional yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia yang baru-baru ini dirilis mengungkapkan bahwa Golkar, bersama Partai Demokrat, berpeluang memenangkan Pemilu 2014 mendatang.

Ical menambahkan keyakinan bahwa Partai Golkar akan berhasil memenangkan Pemilu 2014, antara lain didasarkan pada fakta bahwa saat ini calon-calon Golkar berhasil memang di lebih dari separuh pemilihan kepala daerah se-Indonesia.

Selain itu, ia juga membenarkan bahwa Partai Golkar akan mengusulkan agar ambang batas minimal suara di parlemen atau parlimentary treshold dinaikkan menjadi 7,5 persen pada Pemilu 2014. (Laporan: Tudji Martudji, Surabaya | kd)

• VIVAnews

VIVAnews - Gayus Beberkan Aliran Dana ke Jaksa

Elin Yunita Kristanti, Fadila Fikriani Armadita

VIVAnews - Terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Tambunan, membeberkan aliran uang ke jaksa dalam persidangan Haposan Hutagalung, mantan pengacaranya. Gayus mengaku dua kali mengalirkan dana melalui Haposan.

Pertama, ia menggelontorkan uang sebesar Rp5 miliar saat berkas kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. "Dia (Haposan, red) bilang saya akan ditahan, hukumannya berat," kata Gayus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 15 Oktober 2010.

Dengan uang itu, Haposan menjanjikan Gayus hanya akan dituntut dengan hukuman percobaan satu penjara. Namun, suatu hari ketika mengikuti sidang menjelang tuntutan jaksa, Gayus mendapat pesan pendek dari Haposan. Bunyinya: "Barang yang kemarin dikirim ke Blok M kurang."

Gayus lalu disodori rencana penuntutan bahwa ia akan dituntut satu tahun penjara, bukan hukuman percobaan. Ketar-ketir, Gayus mengaku dia lalu memenuhi permintaan Haposan untuk menyediakan tambahan dana.

Dia lalu memberikan US$50 ribu kepada Haposan untuk diserahkan kepada jaksa. "Dia (Haposan) sebut nama JAM Pidum (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum)," kata Gayus.

Sebelumnya, JAM Pengawasan Hamzah Tadja mengatakan berdasarkan pemeriksaan terhadap para jaksa tak ditemukan adanya aliran dana dari dan terkait Gayus Tambunan. (kd)

• VIVAnews

VIVAnews - Pemerintah Bangun Ekonomi Khusus Papua Barat

Pemerintah Bangun Ekonomi Khusus Papua Barat
"Kita ingin sebagian kebutuhan rakyat bisa diproduksi di dua provinsi ini," kata SBY.
Arry Anggadha, Bayu Galih

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dalam empat tahun mendatang Provinsi Papua dan Papua Barat akan dibangun proyek ekonomi khusus. Dua kawasan ekonomi khusus ini akan dibangun di Papua dan satu di Papua Barat.

"Tujuannya agar lebih banyak lagi barang dan jasa yang dibangun di Papua," kata Presiden SBY di Bandara Rendani, Papua Barat, Jumat 15 Oktober 2010.

Presiden SBY menjelaskan, dengan dibangunnya kawasan ekonomi khusus itu, rakyat Papua dan Papua Barat tidak perlu mendatangkan lagi kebutuhan dari luar. "Kita ingin sebagian kebutuhan rakyat bisa diproduksi di dua provinsi ini," ujarnya. Kawasan ekonomi khusus ini nantinya akan didukung oleh pembangkit listrik tenaga hidro.

Menurut SBY, di Papua Barat, diharapkan dapat dibangun seperti pabrik semen, peternakan sapi, dan perkebunan kedelai. "Sehingga bisa menyumbang kedelai dan daging sapi. Dan semua itu kita harapkan bisa terwujud dalam empat tahun ini," ujarnya.

Selain itu, Presiden juga meminta kepada Gubernur Papua dan Papua Barat untuk mengevaluasi mengenai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua barat.

"Sasarannya kini adalah untuk kecukupan pangan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan daerah. Tentu saya harapkan berlanjut lebih efektif," ujarnya.(ywn)

• VIVAnews

VIVAnews - Rahasia Daging Dewi Perssik Agar Bahenol

Rahasia Daging Dewi Perssik Agar Bahenol
Dia menjaga agar bentuk tubuhnya tetap aduhai saat 'bergoyang gergaji' di atas panggung.
Sabtu, 16 Oktober 2010, 13:41 WIB
Irina Damayanti, Beno Junianto

VIVAnews - Siapa yang tak kenal dengan Dewi Perssik (bukan Persik seperti selama ini kerap ditulis)? Pedangdut sekaligus artis layar lebar nan bahenol ini ternyata memiliki kiat khusus dalam menjaga kecantikan dan kebugaran tubuhnya. Ketika ditanya apa yang membuat dia terlihat cantik dan bugar dalam setiap penampilannya, Dewi pun berbagi resep rahasianya.

"Yang pasti saya bisa jaga diri dengan selalu berfikir positif kepada orang lain, dan menjaga keseimbangan tubuh dengan olahraga." ujar Dewi saat ditemui di Bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 15 oktober 2010.

Dewi mengaku sangat menyukai makan sayuran dan punya jadwal khusus untuk menyantap daging. "Aku pecinta sayur. Kalau untuk daging aku punya jadwal sendiri. Aku juga tidak sembarangan makan daging. Bukan berarti aku vegetarian karena aku juga jaga tubuh biar nggak terlalu gemuk," ujar pelantun lagu 'Diam Diam' ini.

Mantan istri Aldi Taher tersebut juga mengaku hobi berolahraga dan selalu melakukannnya secara rutin. "Aku punya alat olahraga di rumah. Aku rutin untuk itu dan aku suka senam juga, biar badan nggak lembek," ujarnya.

Dewi ingin bentuk tubuh yang dimilikinya bisa tetap terlihat aduhai saat dia 'bergoyang gergaji' di atas panggung. "Aku harus buat badanku seimbang, biar nggak mengecewakan pas nyanyi di panggung," tuturnya. (kd)

• VIVAnews

Golkar Pikir Ulang Pilkada Langsung

Demokratis iya, tapi juga banyak problem," kata Syamsul Bahri, Sekjen Golkar.

Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
VIVAnews - Menjelang Rapat Pimpinan Nasional, Partai Golkar menggelar seminar membahas sejumlah persoalan termasuk sistem pemilihan kepala daerah. Golkar melihat, ada banyak masalah dalam pilkada.

"Demokratis iya, tapi juga banyak problem," kata Syamsul Bahri, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi DPP Golkar, dalam jumpa pers di Sekretariat DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat 15 Oktober 2010.

Karena itu, Golkar mengundang dalam seminar nanti Dewan-Dewan Pimpinan Daerah Golkar dan organisasi massa pendiri Golkar. "Mereka akan diminta masukan," ujar Syamsul.

Selain masalah pilkada, Golkar juga akan membahas yang lebih luas lagi, sistem pemilihan umum. "Apakah mempertahankan sistem sekarang atau pembaruan misalnya mengakomodasi sistem distrik," kata Syamsul yang juga Ketua Fraksi Golkar di Majelis Permusyawaratan Rakyat itu.

Hasil seminar ini nanti, kata Syamsul, akan dibawa ke Rapimnas Golkar yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta mulai 18 Oktober 2010 nanti. Selain seputar soal pemilihan, Golkar juga memanfaatkan Rapimnas ini untuk konsolidasi organisasi, membahas strategi kaderisasi partai dan sikap Golkar untuk beberapa persoalan bangsa.(ywn)
• VIVAnews

Jumat, 15 Oktober 2010

Desak Muhaimin Turun, Rumah Wapres Didemo Mahasiswa

Liputan6.com, Yogyakarta: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Rakyat Jogja Menggugat berunjuk rasa di depan kediaman Wakil Presiden Boediono, Sawitsari, Yogyakarta, Jumat (15/10). Massa mendesak Wapres mencopot Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar karena gagal melakukan perlindungan tenaga kerja Indonesia dan melindungi hak-hak TKI di luar negeri.

Di Serang, Banten, mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Univesitas Tirtayasa menjebol pagar Gedung Gubernur. Mereka menilai banyaknya proyek pembangunan sengaja dikelola keluarga Gubernur Ratu Atut Chosiah. Aksi mahasiswa tersebut sempat diusir polisi.

Sementara itu mahasiswa Unsyiah demonstrasi menolak pelantikan rektor mereka dan rektor Universitas Malikussaleh oleh Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh di Kampus Unsyiah, Banda Aceh. Meski terjadi unjuk rasa, proses pelantikan tidak terganggu karena demonstran tidak diizinkan masuk. Dalam orasinya, mahasiswa mempertanyakan pengelolaan kampus yang tak profesional dan mengekang aspirasi mahasiswa.(JUM)

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Free Samples