Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2011

Mengapa Berbeda Hari antara Indonesia dan Arab Saudi

Studi Kasus

Arab Saudi mengumumkan hari wukuf jatuh pada 16 April 1997. Dengan demikian Idul Adha di sana jatuh pada 17 April 1997 (Republika, 10/4). Sedangkan Departemen Agama RI, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura mengumumkan Idul Adha jatuh pada 18 April (Republika, 12/4).
Perbedaan serupa pernah terjadi tahun 1411 H/1991. Idul Adha di Indonesia dan di Arab Saudi berbeda hari. Pada tahun 1991 wukuf di Arafah terjadi pada 21 Juni 1991 dan Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada 22 Juni 1991. Sedangkan di Indonesia Idul Adha jatuh pada 23 Juni 1991.
Banyak orang bingung waktu itu. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara Asia bagian timur. Ada juga yang mengecam perbedaan itu seolah-olah tidak berdasar. Bahkan ada tokoh yang mempertanyakan perbedaan itu, mengapa Indonesia yang letaknya lebih ke timur ketimbang Arab Saudi beridul adha belakangan. Ada yang bertanya-tanya mengapa perbedaan waktu yang hanya empat jam antara Arab Saudi dan Indonesia bisa menyebabkan perbedaan hari raya.
Ada dua aspek yang terkait dengan perbedaan itu yang perlu dijelaskan: aspek astronomis penentuan awal bulan Dzulhijjah dan aspek syariah yang berkaitan dengan puasa hari Arafah. Aspek kedua yang mungkin paling merisaukan banyak orang. Bila kita di Indonesia berpuasa hari Arafah 9 Dzulhijjah pada 17 April sementara kita mendengar hari itu di Arab Saudi sudah Idul Adha, mungkin ada bimbang. Berpuasa pada hari raya adalah haram. Lalu haramkah berpuasa pada 17 April itu?
Sebenarnya keduanya bukan masalah bila kita mengetahui duduk soalnya.

Garis Tanggal

Terjadinya perbedaan hari Idul Adha antara Indonesia dan Arab Saudi beralasan secara astronomis. Perhitungan astronomi menyatakan ijtimak awal Dzulhijjah 1417 terjadi pada 7 April 1997 pukul 11:04 UT atau pukul 14:04 waktu Arab Saudi, pukul 18:04 WIB. Dengan demikian di Arab Saudi ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam (ijtima' qablal ghurub) sedangkan di sebagian besar Indonesia saat itu matahari sudah terbenam. Berdasarkan saat ijtimak itu saja dapat difahami bahwa masuknya awal Dzulhijjah di Arab Saudi lebih dahulu daripada di Indonesia.
Pada tanggal 7 April, di Mekkah matahari terbenam pukul 18:38 sedangkan bulan terbenam lebih lambat lagi, pukul 18:45. Walaupun secara astronomis itu masih di bawah kriteria visibilitas hilal, tetapi itu menunjukkan bahwa bulan sudah wujud di atas ufuk pada saat maghrib. Sehingga 1 Dzulhijjah di Arab Saudi jatuh pada tanggal 8 April dan Idul Adha jatuh pada 17 April 1997.
Di Indonesia pada tanggal 7 April itu bulan terbenam lebih dahulu daripada matahari. Di Jakarta bulan terbenam pukul 17:54 dan matahari terbenam pukul 17:55. Dan di Bandung bulan terbenam pukul 17:51 dan matahari terbenam pukul 17:52. Di kawasan Indonesia tengah dan timur perbedaan waktu terbenam bulan dan matahari lebih besar lagi. Secara umum di seluruh Indonesia bulan sudah berada di bawah ufuk pada saat maghrib. Dengan demikian 1 Dzulhijjah jatuh pada 9 April dan Idul Adha jatuh pada 18 April 1997.
Untuk melihat kondisi yang lebih global, sebab perbedaan itu bisa kita lihat pada garis tanggal awal Dzulhijjah. Garis tanggal itu menyatakan daerah yang saat terbenam matahari dan bulan bersamaan. Di sebelah barat garis itu pada tanggal 7 April bulan sudah wujud di atas ufuk pada saat maghrib. Sedangkan di sebelah timurnya bulan sudah berada di bawah ufuk pada saat maghrib. Garis tanggal itu melalui pantai barat Australia, pantai barat Sumatra, India, Kazakhstan, dan Rusia bagian barat. Dengan demikian garis tanggal itu memisahkan Arab Saudi dengan Indonesia.
Bila kita gambarkan peta berdasarkan garis tanggal qamariyah (lunar date line) kita akan jelas melihat bahwa perbedaan hari Idul Adha antara Indonesia dan Arab Saudi hanya semu belaka (lihat gambar). Perbedaan itu hanya disebabkan oleh definisi tanggal syamsiah (solar calendar) yang dipisahkan oleh garis tanggal internasional yang melalui lautan pasifik.

Menyamakan dengan Saudi?

Menghadapi kasus "perbedaan" seperti itu sering timbul pertanyaan mengapa tidak diseragamkan saja hari raya itu. Orang yang berpendapat seperti itu menghendaki bila di Arab Saudi Idul Adha tanggal 17 April mengapa di Indonesia dan belahan dunia lainnya tidak mengikutinya saja. Dengan kata lain, waktu Mekkah dijadikan sebagai acuan.
Alasannya sederhana atau disederhanakan. Bukankah Mekah tempatnya Ka'bah, kiblatnya umat Islam sedunia. Sudah sewajarnya penentuan waktu ibadah pun (seperti hari raya) mengiblat juga ke Mekah. Di sisi lain, perbedaan waktu antara Arab Saudi dan Indonesia bagian barat hanya empat jam, semestinya hari rayanya pun bisa dilaksanakan pada hari yang sama.
Sepintas pendapat itu tampak benar dan sederhana. Tetapi bila dikaji lebih mendalam hal itu tidak mempunyai landasan syar'i dan landasan ilmiahnya. Pendapat seperti itu muncul karena menghendaki keseragaman menurut tanggal syamsiah, tetapi mengabaikan tanggal qamariyah. Padahal waktu ibadah dalam Islam ditentukan menurut kalender qamariyah. Menyeragamkan Idul Adha, dalam kasus tahun ini, menjadi tanggal 17 April berarti memaksakan pelaksanaannya di Indonesia menjadi tanggal 9 Dzulhijjah, bukan 10 Dzulhijjah seperti disyariatkan.
Bagaimana dengan puasa hari Arafah? Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, pada hari Arafah itu disunahkan berpuasa. Menurut hadits Rasulullah SAW yang diceritakan Abu Qatadah r.a., puasa hari Arafah akan menghapuskan dosa selama dua tahun, tahun yang berlalu dan tahun mendatang. Oleh karenanya puasa hari Arafah ini tergolong puasa sunah yang muakad (utama) sehingga banyak orang yang melaksanakannya.
Hari Arafah adalah 9 Dzulhijjah. Di Indonesia, 9 Dzulhijjah jatuh pada 17 April. Tetapi orang akan bimbang bila berpuasa pada 17 April karena hari itu di Arab Saudi sudah Idul Adha. Menurut Nabi SAW, berpuasa pada hari raya haram hukumnya. Kalau begitu, ada yang berpendapat berpuasalah pada tanggal 16 April karena itulah hari pelaksanaan wukuf di Arafah.
Sepintas pendapat itu nampaknya benar. Kalau dikaji lebih mendalam sebenarnya pendapat itu pun keliru. Bila alasannya hanya karena beda waktu yang pendek (hanya empat jam antara waktu Arab Saudi dan WIB) untuk menyamakan harinya, hal itu pun rancu.
Apakah definisi "sama" harinya? Pengertian "sama" sangat relatif. Secara astronomi bisa berarti mengalami waktu siang secara bersamaan, dengan kata lain bila beda waktunya kurang dari 12 jam. Bila itu diterapkan dalam kasus di Hawaii yang beda waktunya dengan dengan Arab Saudi (dihitung ke arah timur) hanya 11 jam, definisi "sama" harinya malah berbeda tanggal. Tanggal 16 April di Arab Saudi berarti tanggal 15 April di Hawaii.
Lagi pula, pola pikir untuk menyamakan puasa hari Arafah di Indonesia sama dengan hari wukuf 16 April hanya terjadi bila kita tunduk pada sistem kalender syamsiah dan mengabaikan sistem kalender qamariyah yang disyariatkan.
Pada tanggal 16 April di Indonesia masih tanggal 8 Dzulhijjah, jadi bukan waktunya untuk melaksanakan puasa hari Arafah. Kalau begitu, waktu yang tepat untuk melaksanakan puasa hari Arafah di Indonesia adalah 17 April agar tidak melanggar syariat. Dan secara ilmiah hal itu pun beralasan.
Hal itu dapat dijelaskan dengan meruntut perjalanan waktu berdasarkan peredaran bumi. Bagi Muslim di Timur Tengah puasa Arafah mulai sejak fajar 16 April. Makin ke barat waktu fajar bergeser. Di Eropa Barat waktu fajar awal puasa kira-kira 3 jam sesudah di Arab Saudi. Makin ke barat lagi, di pantai barat Amerika Serikat waktu fajar awal puasa Arafah makin bergeser lagi, 11 jam setelah Arab Saudi. Di Hawaii, puasa Arafah juga masih 16 April, tetapi fajar awal puasanya sekitar 13 jam setelah Arab Saudi.
Bila diteruskan ke barat, di tengah lautan Pasifik ada garis tanggal internasional. Mau tidak mau sebutan 16 April harus diganti menjadi 17 April walaupun hanya berbeda beberapa jam dengan Hawaii. Awal puasa Arafah di Indonesia pun yang dilakukan sekitar 7 jam setelah fajar di Hawaii, dilakukan dengan sebutan tanggal yang berbeda hanya gara-gara melewati garis tanggal internasional. Di Indonesia puasa Arafah yang dilakukan pada 17 April 1997 berarti tetap tanggal 9 Dzulhijjah, sama dengan tanggal qamariyah di Arab Saudi.
Oleh:T.Djamaluddin (Staff peneliti bidang matahari dan antariksa LAPAN)

Jumat, 12 Agustus 2011

Kedermawanan Rasul SAW di Bulan Ramadhan

Kedermawanan Rasul SAW di Bulan Ramadhan

Agustus 2011
Hadirin & hadirat yang dimuliakan Allah SWT, khususnya para habaib, para sesepuh, para ulama juga Dewan pimpinan Masjid Raya AlMunawar yang hadir di malam ini bersama kita KH. Ali Nurdin mata’anallahbihi

Kembali kita membaca riwayat Nabi kita Muhammad Saw

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ :كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَة

(صحيح البخاري)

Dari Ibn Abbas ra berkata: Bahwa Rasulullah saw adalah manusia yang paling dermawan, dan bahwa beliau saw lebih dermawan lagi dibulan Ramadhan, ketika sering dikunjungi Jibril (as) dan bahwa ia dikunjungi (Jibril as) setiap malam dibulan Ramadhan dan memperdalam Al Qur’an, dan Sungguh Rasulullah saw lebih dermawan terhadap perbuatan baik dari angin yang berhembus (sangat ringan dan cepat berbuat baik tanpa merasa keberatan)” (Shahih bukhari)

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا اْلجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

ImageLimpahan puji kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Yang Maha Memuliakan hari – hari kita dengan tuntunan ma’rifat yang lebih indah dari sebelumnya dan semoga semakin indah di masa mendatang. Segala Puji atas Rahmat Allah Swt yang mengumpulkan kita dan mendapatkan keagungan Nya swt, yang paling kecilnya atau pada pengampunan-Nya. Segala puji Rahmat Allah Swt yang melimpahkan keberkahan bagi hamba – hambaNya di malam – malam bulan ramadhan ini.
Sudah kita lewati tadi sholat tarawih 20 rakaat, yang jumlah 20 rakaat itu berarti sujudnya berjumlah 40x. Malam ini kita telah melakukan 40x sujud kepada Allah Swt, maka apabila diteruskan selama sebulan maka akan berjumlah 1.200x sujud. Selamat datang wahai bulan seribu sujud, selamat datang wahai bulan yang dimuliakan Allah Swt, selamat datang wahai bulan harapan atas terkabulnya hajat pada Yang Maha Tunggal, selamat datang bulan pembersih kesedihan yang selama ini selalu menghinggapi sanubari kami. Selamat Datang Rahmat Allah Swt, selamat datang Rahmat Ilahi yang berlimpah zhahiran wa bathinan. Swlamat Datang hari pengampunan dan pembebasan kami dari api neraka. Itulah Janji Sayyidina Muhammad Saw

Hadirin & hadirat, bulan ramadhan adalah bulan yang wajib berpuasa di siang harinya, yakni bagi yang muslim, bagi yang sehat, bagi yang aqil baligh dan bagi yang tidak dalam keadaan safar karena kalau di dalam keadaan safar tidak diwajibkan berpuasa. Sebagaimana dalam madzhab Imam Syafi’I, syarat safar ada 2, yang pertama adalah sebelum subuh berangkat ke tempat tujuan dan yang kedua jarak perjalanan sudah lebih dari 82km (marhalahtain) maka dengan syarat safat tersebut boleh melakukan qashar pada sholat dan puasa ramadhannya boleh dibatalkan. Apabila Pergi ke bandung dengan jarak tempuh 100km & menetap selama 3 hari sementara berangkatnya pagi (sesudah subuh) maka tidak bisa kita buka puasanya di hari itu namun di hari esoknya (hari ke 2 & ke 3) baru dibolehkan untuk tidak berpuasa. Karena seluruh madzhab sudah sepakat bahwa jarak yg boleh jamak qashr adala marhalatain, yaitu 82km/lebih, pada pertanyaan waktunya safar itu berapa lama ? waktunya safar 6 hari. Pastinya atau lebih jelasnya secara syariahnya 4 hari selain hari datang dan hari pulang.

6 hari itu, misalnya datang hari senin maka dihitung senin, selasa, rabu, kamis, jum’at & pulang hari sabtu. Selama 6 hari itu boleh terus jamak sholat & boleh batal puasa (puasa kelak di qadha) apabila syarat perjalanan lebih dari 82km. Sementara apabila niat tinggal lebih dari 6 hari itu maka selesailah masa untuk jamak sholatnya dan masa boleh batal puasanya dg masuknya ia pertama kali pada hari pertama ke wilayah tujuannya.

Contohnya lagi rumah saya di daerah Depok, perbatasan dengan Jakarta hanya beberapa meter dari rumah saya, sementara saya kerja di Jakarta bagaimana hal ini ? berbeda wilayah namun hanya berjarak beberapa kilometer saja, boleh jamak shalat, berapapun jarak & waktu yang ditempuh namun sudah beda wilayah. Sementara Apabila masih di wilayah Jakarta, misalnya dari Jakarta Utara masuk ke Jakarta Barat maka tidak boleh menjamak shalat walaupun beberapa puluh kilometer jaraknya.

Hadirin & hadirat yang dimuliakan Allah, Jamak shalat disini hanya jamak saja bukan jamak qashar. Dan yang dapat di Jamak waktu shalat itu ada 2, yakni menjamak sholat waktu dhuhur ke waktu ashar atau ashar ke waktu dhuhur dan waktu maghrib ke isya atau isya ke waktu maghrib. Sementara shalat Subuh tidak dapat dijamak akan tetapi kalau kelewatan sholat subuh maka di Qadha namanya bukan dijamak. Jika perjalanan melebihi 82 km maka boleh jamak qashr.

Maka ketika ia sedang dalam keadaan safarnya itu, safar dunal maksiah, tapi safarnya ini adalah safar yang mubah atau safar yg bukan untuk hal dosa, Safar yang mubah itu adalah safar yang dibolehkan & tidak berdosa, sementara safar yang mendapat pahala yakni safar yang sunnah, seperti ziarah. Ziarah bukan bid’ah melainkan sunnah. Tapi karena haditsnya

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

(صحيح البخاري)

“Janganlah kalian berjuang memaksakan diri untuk berangkat ke masjid kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari)

Yakni Tidak disuruh berangkat ke Masjid Sunan Bonang, Sunan Ampel atau Sunan Kalijaga & Nabi Saw hanya menyebutkan 3 masjid. Dalam hal ini Al Imam Ibn Hajar Al Atsqalani didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari menjelaskan tetang hadits tersebut yang dimaksud adalah ziarah masjidnya bukan ziarah makamnya.

Hadirin & hadirat, semua masjid sama kecuali 3 masjid tadi yakni Masjidil Haram, Masjid Al Aqsa, Masjid Nabawi. Cuma 3 masjid sementara masjid yang lain sama. Saya mau berangkat ke masjid keong mas, maka sama pahalanya dg shaalat di masjid lainnya selain 3 mashid agung diatas, pahalanya sama juga tapi kalau niatnya untuk ziarah maka hal ini berbeda, demikian yang dikatakan oleh Imam Ibn Hajar. Misalnya Saya datang ke masjid Sunan Ampel bukan mau ke masjid Sunan Ampelnya tapi ziarah ke Sunan Ampelnya itu diBolehkan. hadirin & hadirat yang dimuliakan Allah. Misalkan lagi Saya mau pergi ke Yordan, saya mau pergi ke Mu’tah untuk ziarah ke masjid sayyidina Jakfar bin Abi Thalib ra untuk singgah ke masjidnya Imam Ja’far bin Abu Tholib yang makamnya ditengah masjid, hal itu dibolehkan karena mau ziarah ke Sayyidina Ja’far bin Abu Tholibnya bukan ke masjidnya,
demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah. Jadi kadang – kadang orang itu memahami hadits sepotong – sepotong saja.

Nah demikian itulah yang disebut safar sunnah. Ada yang disebut safar wajib, safar wajib seperti jihad fisabilillah. Ada pula yang disebut safar makruh, apa itu safar makruh ? yaitu safar sambil menjual barang – barang yang makruh, barang makruh ada banyak. Ada safar yang haram yaitu safar sambil menjual barang – barang yang haram. Kalau barang – barang yang haram nggak usah kita sebutkan, seperti jual senjata tajam, jual bom dll, nah semua itu tak bisa kita jamak shalatnya walaupun safarnya jauh, tidak pula bisa tidak puasa dg alas an safar, kecuali jika untuk safar yg mubah, sunnah dan wajib. .
Hadirin & hadirat hal ini perlu dibahas namun sebelumnya saya meminta Maaf kepada saudara – saudariku bahwa kaki saya agak sedikit kambuh jadi kalau bicara saya miring kesini & miring kesana

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,

Saya menyarankan pada saudara – saudariku yang kucintai, yang kumuliakan, adik – adikku yang InsyaAllah selalu bersamaku didalam keluhuran dunia dan akhirat. Hindarilah di bulan Ramadhan dari pada pemakaian petasan. Saran dari orang yang sangat menyayangimu dunia dan akhirat. Apabila nasib saya di neraka maka kalian di sorga. Tapi kalau saya masuk sorga, tak satupun dari kalian yang kulupakan sebelum kalian sampai ke sorgaNya Allah.

Jadi hindari pemakaian petasan, kalau bisa tidak usah digunakan. Hal Ini sesuai dengan haditsnya yang kita baca bahwa Nabi Saw itu adalah orang yang paling dermawan dan paling dermawan di bulan ramadhan dan beliau itu dermawannya seperti angin yang berhembus, kalau angin berhembus itu tak peduli siapa yg beliauberi dan tak mengingat ingatnya, mungkin lupa, dulu kamu pernah memberi saya, nggak tau saya lupa, demikian dermawannya Rasul saw, .dermawannya seperti itu, seperti angin cepatnya. Cepat sekali.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,

Masalah petasan nih, gimana kalau kita bersedekah aja. Kenapa?,.masalahnya saudara – saudariku, yg senang dan terhibur kan Cuma kita sendiri, beda jauh dg sedekah, orang lain yg mendapat manfaat banyak darimu daripada pahala, dan tidak menngganggu orang lain. Tapi kalau petasan, kalian yang senang, orang lain yang terganggu apalagi kalau sudah sepuh (lanjut usia, lain lagi kalau orang yg bangunkan sahur orangnya tak bangun bangun, apalagi kalau sudah setengah lima belum bangun maka dibunyikan ditelinganya…. (dg Nada canda)

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Agar kalian ketahui, membangunkan orang sahur itu biar saja bangun sendiri tanpa perlu petasan jam 2, setengah 2, setengah 3, maka biarkan saja. Mau sahur nggak sahur, jam 4 dibangunkan, kini semua rumah sudah ada alarm, beda dg dulu.

saudara – saudariku, maafkan saya karena ada sedikit kaget kalau dengar petasan itu sedih. Kenapa ? karena Ayah saya meninggal sebab dengar suaraletusan petasan. Ayah saya itu kalau dalam perhitungan hijriyahnya wafat pada 19 sya’ban tapi kalau masehinya makam tahun tahun 1996 atau 1997 beliau memiliki penyakit jantung. Disuatu waktu tetangga sebelah membakar peytasan dan beliau memegang dadanya berkali kali dan kesakitan kerena keget, setelah letusan itu berkali2, maka beliau meninggal.
Saya tak jumpa dg almarhum dan tak menyaksikan pemakamannnya, karena masih sekolah di hadramaut, pulang tahun 1998 cuma lihat pusaranya saja.

hadirin – hadirat, jadi kalau saya mendengar petasan maka miris hati saya karena Ayah saya dulu wafat gara – gara benda ini. Tapi jangan dijadikan patokan hukum ya ,jangan karena sebab kisah tadi maka kalian katakana pada orang2 bikin petasan itu haram.. yang haram adalah mengganggu masyarakat, .cuma saran saya lebih baik kumpulkan dananya untuk para fuqara agar para fuqara supaya nggak memikirkan ketupat saja. 10 hari sebelum ramadhan udah mikirin ketupat belum dibeli, nggak usah repot, nih dananya sudah siap..!, Cuma biasanya kalau ramadhan banyak fuqaranya, berjejer dijalanan, kenapa nih? Kemarin duduk disini sekali lewat ada yg beri 10.000, 20.000, saya berhenti dulu jadi tukang gado gado, ngemis aja dibulan ramadhan, untungnya lebih besar, tapa pake modal pula.., duh jangan sampai begitu, .demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.

mennyalakan petasan, berbeda kalau dalam perayaan maulid, atau ada acara besar, yah, masih bisa dimaklumi, walau saya tetap kurang suka, namun karena sudah lumrah maka masih bisa diterima dan difahami, dan semua orang juga tahu ada acara disitu, tapi kalau tengah malam, setengah 2 malam, setengah 3, membangunkan sahur tiap hari disiksa dengan itu, malam lebaran mati..! (nada canda). Tiap hari disiksa benda itu lantas pada puncaknya habis.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, selanjutnya kita dengarkan sekaligus kita renungkan khutbahnya Rasulullah Saw di akhir bulan sya’ban, beliau bersabda

Khutbah ini riwayatnya lemah tetapi telah diriwayatkan lebih dari 25 riwayat dan ditemukan juga di Musnad Ahmad, mustadrak ala shahihain, di shahih lainnya, kalau dipecah – pecah riwayat dhoifnya haditsnya…..shahih. Tapi kalau dipadu belum ada hadits yang meriwayatkan paduan ini, kecuali riwayatnya dhoif.

Wahai ………manusia, telah datang kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh keberkahan, bulan yang padanya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah jadikan puasa wajib pada siang harinya, Allah jadikan shalat malamnya sunnah. Barangsiapa yang mendekat kepada Allah dengan segala hal yang baik maka sama dengan hal – hal yang fardhu. Dikatakan oleh Allah yang melakukan sunnah di saat itu pahalanya sama dengan menunaikan hal yang wajib. Barangsiapa yang mengerjakan hal – hal yang fardhu di bulan ramadhan maka pahalanya 70x lebih besar daripada di bulan-bulan lainnya. Mau sholat subuh sama dengan 70x sholat subuh, mau sholat dhuhur sama dengan 70x sholat dhuhur. Demikianpula Hal – hal yang sunnah pahalanya sama dengan hal – hal yang fardhu. dIalah bulan sya’ban, dialah bulan ampunan dari Allah yang balasannya adalah sorga, dialah bulan untuk berderma. Hari dimana Allah Swt mensucikan orang – orang mukmin, orang – orang muslim di bulan ramadhan. Barangsiapa yang memberikan hidangan buka puasa maka baginya ampunan atas dosa – dosanya dan dibebaskan ia daripada api neraka. Semoga kita diantara mereka, amin. Dan ia mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, yang diberi makan itu tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya. Kalau orang puasanya setengah – setengah, pahalanya 50% , tapi kalau orang yang memberi makan yang puasa pahalanya bukan 50% melainkan 100% pahalanya. Urusan kekurangan makanan itu ditanggung sendiri,namun ia yg menafkahinya ia sempurna pahalanya

( Maka berkata para sahabat ) Tidak semua dari kita mampu untuk memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, maka Nabi Saw bersabda kalau Allah memberikan pahala bagi mereka yang memberikan buka puasa pada orang yang berpuasa ramadhan ini walau hanya sekedar sebutir korma atau segelas air atau hanya sedikit makan. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, barangsiapa yang meringankan pada para pembantunya maka Allah mengampuni dosa – dosanya, demikian Imam Ibn Hajar Al Atsqalani menjelaskan. Misalnya Hadirin – hadirat, yang punya pembantu, kalian adik – adik, mungkin ibumu punya pembantu dirumahmu janganlah bersikap galak dengan pembantumu karena di bulan ramadhan Allah menjanjikan pada sabda Nabi ringankan bebannya.

Saudara – saudariku yang kumuliakan, Rasul Saw bersabda melanjutkan khutbahnya: .perbanyak padanya 4 hal yaitu 2 hal yang diridhoi Allah dan 2 hal yang kalian tak mampu mendapatkannya kecuali dari kedermawanannya,. 2 hal yang membuka kerdihoan Allah adalah ucapan asyhaduala laa ilaaha ilallah, dan istighfar

(astaghfirullah) dan dua hal yg kita tidak mampu mendapatkannya kecuali dari Allah adalah meminta sorga dan minta dijauhkan dari neraka, (ucapa asyhadul alla ilaaha illallah, astaghfirullah, nas’alulaljannata wanaudzubikaminannaar), barangsiapa yang memberikan minuman, makanan jamuan kepada yang berpuasa maka ia tidak akan merasa haus selama – lamanya sampai ia masuk sorga.

Kita bermunajat, Ya Rabbiy di hari pertama dan di malam kedua bulan ramadhan ini, kami bermunajat kepada-Mu, malam ini yaitu malam di hari senin yang pertama di bulan ramadhan ini, kami berdoa kepada-Mu semoga Kau limpahkan maghfirah (ampunan) dan kabulkan hajat kami Ya Allah, amin. Bagi kami yang masih berputus asa dari memohon kepada-Mu bangkitkan harapan kami Ya Allah, ramadhan ini..ramadhan ini..ramadhan ini..jadikan tersingkirnya segala musibah, Kau selesaikan segala hajat kami dan berikan segala kemudahan dhahiran wa bathinan. Rabbiy jaga kota kami, Rabbiy jaga bangsa kami, dari musibah, dari bencana alam dari musibah – musibah yang besar & ganti dengan limpahan hujan hidayah,

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

Katakanlah bersama – sama……..

يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ... يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ

Hati yang berani kepada-Mu, hati yang penuh dengan sangka buruk pada-Mu, hati yang percaya pada-Mu, hati yang rindu pada-Mu dan Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Tahu, Engkau Maha Mendengar, jangan biarkan kami didalam kesusahan, izinkan kami memanggil Nama-Mu, runtuhkan semua musibah,

يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ...لَاإِلهَ إِلَّا الله... لَاإِلهَ إِلَّا الله... لَاإِلهَ إِلَّا الله... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita terus bekerjasama dengan para aparat keamanan dan juga masih banyak ditemukan jamaah kita yang masih belum memakai helm. Jadi helmnya dipakai kalau majelis, dijaga nama baik majelis kita. Kita berikan contoh pada mereka bukan mengikuti mereka tapi kita jadi contoh, jadi yang memiliki helm pakailah, yang belum mempunyai helm segera kalau ada rezki untuk di beli.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
jagalah kepala kita ini jangan sampai celaka. menjaga amanahnya Allah akan dapat pahala. Helm dimana – mana standar SNI, kita Majelis Rasulullah pinjam 100 juta untuk beli 1.000 helm, ……sudah lunas ……….untuk supaya harganya dibawah standar daripada harga yang dipasaran, kita beli langsung ke pabriknya supaya tidak terlalu mahal dan harganya standar tapi tetap standar SNI. Bagian personil Kios Nabawi pernah saya tanya “helm, di malam nisfu sya’ban di monas laku berapa?”, “lumayan bib, laku 3 buah (jamaah tertawa, karena habib menunjukkan wajah yg aneh, ratusan ribu yg hadir majelis nisfu sya;ban malah helm yg laku Cuma 3 buah saja)” yang punya kemampuan beli silahkan beli dimana saja dan jaga nama baik Majelis Rasulullah Saw. Alhamdulillah… yang paling laku jaket, sebulan sampai 1.000 jaket, MasyaAllah!! Sementara helm hanya 3, bagaimana kalau saya instruksikan masuk ,asjid harus pakai helm…………!maaf cuma becanda..

Jadi hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, kita harus jadi panutan, itulah pemuda, makanya begitu pemuda bergerak yang lain bergerak. Sumpah pemuda juga itu penggerak pemuda sebagai pelopor. orangtua dibelakang ketinggalan,. kalau pemuda itu kan menerobos ke depan……….untuk memberi contoh yang lebih baik. Rukun, aman, tertib, seperti kita ahlussunnah wal jamaah banyak, muslim juga tapi kita tidak dengan perbuatan anarkis……………….itu lebih jahat tuh. Itu kalau 1 bunyi door!, dor nya mereka itu menyamai 1000 petasan, dan darimana mereka mendapatkan itu?, ya dari tukan petasan yg dijual orang kita juga, 1.000 petasan itu rubuh rumah.

Jadi hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, jangan bukakan kesempatan, mumpung petasan rame dibeli petasan banyak, jadilah bom – bom yang siap untuk diledakkan dimana pun. Yang disalahkan orang – orang muslim, peci – peci putih bermain petasan. Dari petasan itu menimbulkan bahan peledaknya yang lebih bahaya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya tidak akan membahas petasan ini lebih panjang. Malam selasa yang akan datang majelis akan dimulai pada pukul 20.45wib, biasanya 20.30wib. tapi kita mundur 15 menit untuk memberi kesempatan orang tarawih. Jadi orang masih tarawih majelis sudah mulai, akhirnya nggak tarawih, jangan begitu ya. Jadi kita mulainya 20.45wib. atau 20.50wib kita mengikuti Masjid Almunawar, demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.

beberapa hari lagi, sekitar 2 minggu lagi, acara Haul Ahlul Badr dan Nuzulul Qur’an serta sekaligus dipadu dengan doa di malam kemerdekaan. Ada apa doa di malam kemerdekaan ? 17 Agustus 1945 itu tepat pada 17 ramadhan dimasa itu, jadi kita merayakan hari kemerdekaan, di istiqlal insya ALLAH, jadi bagian dari Haul Ahlul Badr, bagian dari Nuzulul Qur’an. Tempatnya dimana? Yg jelas gratis, .dimana?, kalau di geora bung karno bayar karcis. Kita mau bikin di Monas, tidak bisa Karena malam 17 Agustus itu, ring 1 banyak tenda – tenda tentara, jadi kita mengadakannya di Masjid Istiqlal. Malam 17 Agustus 2011 insyaAllah di Istiqlal. Kabar sudah sampai dari Guru Mulia Al Musnid AlHabib Umar bin Muhammad bin Hafidz dan beliau gembira, kenapa? Karena waktunya sama, 1 ramadhan disana (tarim, Yaman) 1 ramadhan disini, jadi malam 17 ramadhan disana malam 17 ramadhan disini. Beliau bergembira dengan acara kita, insyaAllah acara kita sukses.amin.

Selanjutnya qasidah penutup dan demikian saudara – saudariku yang kumuliakan, selanjutnya doa penutup oleh fadhilatul sayyid AlHabib Hud bin Muhammad bagir alattas, tafadhol masykuro.

Shalat Tarawih, Arti dan Keutamaannya

Shalat Tarawihadalah shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dalam Islam. Shalat sunnah hanya ada dan dikerjakan Di waktu bulan Ramadhan. Arti tarawih berasal dari bahasa Arab yang artinya waktu sesaat untuk beristirahat. Menurut kisah yang pernah diajarkan guru saya dulu ketika saya masih berada di bangku MI ( Madrasah Ibtidaiyah setingkat SD ), Di masa Nabi Muhammad SAW Shalat Tarawihdikerjakan hingga tengah malam. Caranya setiap selesai 2 rakaat atau satu salam para sahabat beristirahat dengan Nabi bahkan ada yang keluar beristirahat di dalam rumah. Setelah beberapa jam istirahat, dipanggilah para sahabat untuk Shalat Tarawih lagi. Begitu seterusnya hingga mencapai hitungan 8 rakaat. Valid tidaknya kisah saya sendiri tidak tahu dan tidak pernah meneliti. Di masa Khalifah Sayyindina Umar, beliau mengerjakan sampai20 rakaat. Berbeda dengan Di masa Nabi yang 8 rakaat. Amalan Umar Bin Khattab ini disepakati oleh para Ulama ( Ijma Ulama ). Niat melaksanakan Shalat Tarawih Jika anda akan melaksanakan Shalat Tarawih maka harus berniat. Niatnya sebagai berikut ( Contoh ) : Ushalli sunnatat taraawiihi rakataini (mamuman/imaaman) lillahi taaalaa Artinya: Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat ( menjadi makmum/imam) karena Allah Taala Keutamaan Shalat Tarawih Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata bahwa nabi pernah ditanya tentang Keutamaan Shalat Tarawih di bulan ramadhan. Nabi menjawab dengan sabdanya sebagai berikut : Di malam pertama Orang mukmin keluar dari dosanya , seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.Di malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukminDan Di malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawahArsy: Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.Di malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan Al-Quran.Di malam kelima, Allah Taala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.Di malam keenam, Allah Taala memberikan pahala orangyang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.Di malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Firaun dan Haman.Di malam kedelapan, Allah Taala memberinya apa yang pernah Dia berikan keDi Nabi Ibrahim asDi malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat keDi Allah Taala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.Di Malam kesepuluh, AllahTaala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.Di malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.Di malam keduabelas, ia datang Di Keutamaan Shalat Tarawih. Semoga manfaat dan akan lebih semangat melaksanakannya

Senin, 06 September 2010

PESAN MORAL IBADAH PUASA

By.Jalaluddin Rakhmat.----
     Ibadah shaum (puasa),seperti halnya ibadah-ibadah yang lain di dalam islam,merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah swt.Bukan hanya shaum saja yang menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah .--ini yang sering kita lupakan--tetapi semua ibadah yang kita lakukan sebetulnya merupakan  riyadhah untuk mendidikan nilai moral tertentu,nilai akhlak tertentu.
   
     Setiap ibadah, baik ibadat shaum atau ibadat lain,di dalamnya terkandung apa yang kita sebut sebagai pesan moral.Bahkan begitu mulianya pesan moral ini,sampai Rasululloh SAW.Menilai 'harga' suatu ibadah itu di nilai dari sejauh mana kita menjalankan pesan moralnya.Apabila ibadat itu tidak meningkatkan akhlak kita,Rosulallah menganggap bahwa ibadah itu tidak bermakna.Dengan kata lain,kita tidak melaksanakan pesan moral ibadat itu.

     Dalam suatu hadis di riwayatkan bahwa pada bulan Ramadhan ada seorang wanita sedang mencaci maki pembantunya.Dan rosululloh SAW mendengarnya.Kemudian beliau menyuruh  seseorang untuk membawa makanan dan memanggil perempuan itu.Lalu Rasulullah saw bersabda;”Makanlah makanan ini.”perempuan itu menjawab,”Saya sedang berpuasa ya rosulallah.”Rasul yang mulia bersabda lagi,”Bagaimana mungkin kamu berpuasa padahal kamu mencaci-maki pembantumu.Sesungguhnya puasa adalah sebagai penghalang bagi kamu untuk tidak berbuat hal-hal yang tercela.Betapa sedikitnya orang yang shaum dan betapa banyaknya orang kelaparan.
     Ketika Rasulullah mengatakan “Betapa sedikitnya orang berpuasa,dan betapa banyaknya yang kelaparan:,Nabi menunjukan kepada kita bahwa orang-orang yang hanya menahan lapar dan dahaga saja,tetapi tidak sanggup mewujudkan pesan moral ibadah itu,tidak lebih sekedar orang-orang yang lapar saja.
     Dalam hadis lain,Rasulullah SAW,bersabda,”Banyak sekali orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.”Seseorang bisa saja  melakukan ibadah puasa.Dia sanggup mematuhi seluruh ketentuan fiqih,tetapi dia tidak sanggup mewujudkan pesan moral puasa itu.Bahkan kalau orang itu puasanya cacat,atau puasanya itu batal,atau melakukan hal-hal yang terlarang,secara fiqih,maka tebusannya adalah menjalankan pesan moral itu.Misalnya pada bulan puasa,sepasang suami isteri bercampur pada siang hari,maka kifaratnya  ialah memberi makan enam puluh orang miskin,karena salah satu pesan moral puasa ialah memperhatikan orang-orang yang lapar di sekitar kita.
     Oleh sebab itu,kita temukan orang-orang yang tidak sanggup berpuasa,di dalam Al-Qur’an ,di haruskan untuk mengeluarkan fidyah buat orang-orang miskin.Jadi kalau pun tidak sanggup menjalankan ritus puasa,tidak sanggup melakukan upacara pelaksanaan puasa itu,paling tidak,laksanakanlah pesan moral puasa itu.Yaitu menyantuni faqir dan miskin.
     Sekali lagi,semua ajaran islam itu mengandung pesan moral .Dan pesan moral itulah yang saya fikir dipandang sangat penting di dalam islam.Mengapa Islam ,menekankan prinsip moral itu?prinsip akhlak itu?Karena kedatangan Rosulullah saw yang mulia.Bukan hanya untuk mengajarkan zikir dan doa .Bahkan Nabi secara tegas mengatakan bahwa misinya ialah untuk menyempurnakan akhlak yang manusia.Oleh karena itu,seluruh ajaran islam di arahkan untuk menyempurnakan akhlak;termasuk ibadat shaum,bangun tengah malam dan shalat.Semuanya di arahkan untuk menyempurnakan akhlak  manusia.
     Bahkan kalau ada orang yang menjalankan berbagai’ ibadah makhdoh’ ,tetapi kurang memperhatikan akhlaknya,Islam tidak menghitung ibadah itu.Ketika kepada Rasulullah di katakan ,”Ya rasullah ,ada  orang yang berpuasa di siang hari  dan bangun di malam hari  untuk melakukan qiyamu lail,tetapi dia menyakiti tetangganya  dengan lidahnya.”Maka Rasulullah saw menjawab,”Dia di neraka.”
     Nabi pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya,”Tahukah kalian siapa yang bangkrut itu?”
     Lalu para sahabat berkata,”Bagi kami yang bangkrut itu ialah orang yang kehilangan hartanya dan seluruh miliknya.”Tidak” kata Rasulullah .”Yang bangkrut ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala dari shaumnya,pahala zakatnya dan pahala hajinya,tetapi ketika pahala-pahala itu di timbang datanglah orang mengadu,”Ya Allah dahulu orang itu pernah menuduhku berbuat sesuatu,padahal aku tidak pernah melakukannya.”Kemudian Allah menyuruh orang yang di adukannya itu untuk membayar orang itu dengan sebagaian pahala dan menyerahkannya  kepada orang yang mengadu tersebut.
     “Kemudian datang orang lain lagi mengadu,Ya Allah hakku pernah di ambil dengan sewenang-wenang.”Lalu Allah swt menyuruh lagi membayar dengan amal salehnya kepada orang-orang yang mengadu itu.
     “Setelah itu datang lagi orang yang mengadu;sampai seluruh pahala shalatnya,hajinya dan shaumnya itu habis di pakai untuk membayar orang yang pernah haknya di rampas,yang pernah di sakiti hatinya,yang pernah di tuduh  tanpa alasan yang jelas.Semuanya dia bayarkan sampai tidak tersisa lagi pahala amal shalehnya.Tetapi orang yang mengadu masih datang juga.Maka Allah swt memutuskan agar kejahatan orang yang mengadu di pindahkan kepada orang itu.”
     Kata Rasulullah selanjutnya,”Itulah orang yang bangkrut di Hari Kiamat”,yaitu orang yang rajin menjalankan ritus-ritus itu,upacara-upacara ibadah (shalat,shaum,zakat,dan lain sebagainya) tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik.Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka.
     Lalu,sebenarnya apa yang menjadi pesan moral ibadat shaum yang kita lakukan itu.Salah satu pesan moral ibadat shaum yang utama  ialah kita di larang memakan makanan yang haram;supaya kita menjaga diri jangan sembarangan  memakan makanan.Bahkan makanan yang halalpun tidak boleh kita makan sebelum datang waktunya yang tepat.Jadi,jangan sembarang makan.Jangan makan asal saja.Kita harus memastikan apa yang kita makan itu.Sayyidina Ali k.w.pernah berkata,”Jangan jadikan perut anda  sebagai kuburan hewan .”Maksudnya ,mungkin,adalah bahwa kita tidak boleh terlalu banyak makan daging,apalagi cara memperolehnya dengan jalan yang tidak halal.
     Pesan moral Ramadhan adalah jangan jadikan perut anda sebagai kuburan orang lain.Jangan jadikan perut anda sebagai kuburan rakyat miskin,Jangan pindahkan tanah ladang milik mereka ke perut anda.Itulah pesan moral shaum.Yang menurut saya relevan dengan kondisi saat ini.;ketika kita di kejar-kejar oleh budaya konsumtivisme(senang berfoya-foya dan berbelanja barang yang tidak bermanfaat) dan di kejar-kejar untuk meningkatkan status sosial.Kita tidak jarang berani memakan hak orang lain.Kita sering jadi omnivora(binatang pemakan segala) tanpa memperhatikan halal dan haram.
     Tetapi,tidaklah cukup hanya sampai di sini pesan moral shaum itu.Shaum juga mengajarkan bahwa walaupun harta itu milik kita,tetapi kita tidak boleh memakannya sebelum datang waktunya yang tepat.Saya, ingin mengutif  lagi ucapan sayyidina Ali k.w. ,”Tidak pernah aku melihat ada orang yang memperoleh harta yang berlimpah.kecuali di sampingnya  ada hak orang lai yang di sia-siakan .”Kita tidak usah mejadi marxis,untuk menyadari bahwa keuntungan  yang berlimpah ruah yang di miliki oleh orang orang yang tinggal di negara-negara miskin umumnya  terjadi karena,misalnya,upah buruh yang murah sehingga pemilik perusahaan memperoleh keuntungan yang besar.Beberapa waktu yang lalu,mialnya,kita membaca bahwa para pengusaha tekstil memperoleh keuntungan yang besar karena mereka membayar buruh dengan upah yang rendah.
     Seandainya kita memperoleh gaji yang cukup tinggi,di dalam islam,kita tidak boleh memakan semua upah yang kita terima walaupun itu hasil jerih payah kita sendiri.Kita, yang memperoleh  penghasilan yang berlebih,mempunyai kewajiban untuk menyantuni orang-orang yang miskin.Dan itu merupakan pesan moral puasa.Puasa tidak akan bermakna apa-apa sebelum kita  memberikan perhatian yang tulus kepada orang-orang yang menderita di sekitar kita.Di masjid Al-Munawwarah ,masjid di belakang rumah saya,di praktikan sebuah doa dari Rasulallah saw.Yang lazim di amalkan setiap selesai shalat fardhu di bulan puasa.Menurut saya,doa itu mengandung pesan moral ibadah puasa.Doa itu berbunyi begini:

YA ALLAH ,MASUKAN RASA BAHAGIA KEPADA PENGHUNI KUBUR
YA  ALLAH,KAYAKANLAH SEMUA ORANG-ORANG YANG MISKIN
YA ALLAH,KENYANGKANLAH ORANG-ORANG YANG LAPAR
YA ALLAH,BERIKANLAH PAKAIAN ORANG-ORANG YANG TELANJANG
YA ALLAH,BAYARKANLAH UTANG,ORANG-ORANG YANG BERHUTANG
YA ALLAH,BEBASKANLAH KSEULITAN ORANG YANG MENDAPAT KESULITAN

Dan seterusnya.Doa itu panjang.Walaupun doa itu merupakan permohonan kita kepada Allah supaya yang lapar di kenyangkan ,yang telanjang di beri pakaian,yang sakit di sembuhkan,yang mendapat kesulitan di hilangkan dari kesulitannya,pada saat yang sama doa itu mengajarkan tanggung jawab kita kepada orang-orang yang menderita di sekitar kita.

IKHLAS

 ........ dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.(QS 9:72).
Puasa adalah latihan ikhlas,.Yang semata-mata karena menhgarap keridloan Allah swt.Sebab puasa  tidak kelihatan orang.Kelelahan fisik,kelesuan,mata yang cekung,bibir yang kering,bukan menunjukan shaum saja,Shaum hanya bisa di jalankan dengan ikhlas.Karena itu orang melakukan puasa tidak karena mengharap pujian manusia,tidak karena mendabakan kekayaan,tidak pula di tujukan untuk mempertahankan kedudukan.Dalam puasa orang didik bahwa  keridhloan Allah swt lebih besar daripada dunia dengan segala isinya.Ikhlas menunjukan sucinya niat ,bersihnya tujuan amal,dan lepasnya manusia dari perbudakan dunia.Karena itu,bila puasanya berhasil manusia tidak lagi membabi-buta mengejar kekayaan,bila kekayaan itu mengundang murka Allah swt;ia tidak lagi mempertahankan kekuasaan bila kekuasaan itu menghalanginya untuk mencapai ridha Allah swt;ia tidak lagi bersikeras mempertahankan harga diri bila harga diri itu malah menjatuhkan dia dari Rahman-Rahimnya Allah .Puasa menegaskan kembali pandangan hidup muslim: dan keridhaan Allah adalah lebih besar: keridhloan Allah swt lebih besar daripada dunia dengan segala isinya.

TAZKIYYATUNNAFSI

By.Achmad RF.----------
Berpuasa adalah ibadat yang menahan diri dari penyekit-penyakit hati (fakhisyah),kotoran-kotoran hati harus di buang.Bukan kotoron yang bersifat kimiawi,atau fisik,tapi lebih kepada kotoran-kotoran psikis.Salah satu ibadat yang kita komunikasikan dengan puasa adalah ibadat menjaga lisan dari menggunjing orang.Lidah tidak mengeluarkan kata-kata keji,kata yang tajam yang menyinggung orang lain.Bahkan kalau ia di ejek dan di cemoohkan  orang sekalipun,rosululloh SAW,menyuruhnya untuk menjawab pertanyaannya dengan kalimat "inni shooimun"(aku sedang berpuasa).Pengendalian seluruh unsur gerak lahiriah maupun bathiniah di kontrol sedemikian rupa sehingga dia mampu menggerakan pendengarannya,lidahnya,kakinya,rasanya,pandangannya,dan seluruh anggota badannya,bahkan getaran hatinya.Ini yang di sebut dengan puasa khususul khusus yang di maksud oleh Imam Ghazali.Karena tujuan puasa adalh menciptakan insan yang bertaqwa,maka pembersihan diri sangat dibutuhkan .Cahaya ruhaniyah tidak akan mampu menembus hati yang di penuhi dosa dan maksiat.Nur Allah swt tidak akan terpantul dari jiwa yang kotor.

Minggu, 05 September 2010

BEKAL ‘MUDIK’ KE RABBUL ‘ALAMIN

By.Jalaluddin Rakhmat------------
Sudah puluhan lebaran (Idul Fitri ) kita lewati,sebanyak bilangan Ramadhan yang kita alami.Sering lebaran kita jadikan tonggak-tonggak penting dalam kehidupan kita .Setiap tahun lebaran datang menjenguk kita,membawa kisah suka dan duka.Kenanglah lebaran-lebaran yang lalu.Bukankah pernah lebaran datang ketika kita di rundung malang,diliputi penderitaan,dan di uji dengan berbagai kepedihan ?Bukankah pernah juga lebaran datang ketika kita memperoleh keberuntungan,dipenuhi kebahagiaan,dan di manja dengan berbagai kenikmatan?suka dan duka datang silih berganti. Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah.Setiap kali lebaran datang,ada saja di antara sanak saudara,karib kerabat,orang tua,sahabat kita yang tidak berlebaran bersama kita.Mereka tidak ikut mempersiapkan Idul Fitri.Mereka tidak ikut menggemakan takbir.Mereka tidak ikut ke masjid/ke tanah lapang.Tidak dapat kita lihat wajah mereka yang ceria.Tidak bisa kita hulurkan tangan meminta maaf kepada mereka.Tidak sanggup kita bahagiakan mereka dengan bingkisan panganan atau pakaian.Mereka sudah mendahului kita ke alam baka.Mereka telah lebih dahulu “Mudik” ke kampung yang abadi.Pada hari yang penuh berkah ini,marilah kita kenang mereka;marilah kita bacakan doa yang tulus buat orang-orang yang kita kasihi,yang hari ini tidak berada di samping kita:
Ya Allah, masukanlah kebahagiaan kepada para penghuni kubur.Tuhan kami,kasih sayang-Mu dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu.Ampunilah orang-orang yang kembali dan mengikuti jalan-Mu dan jauhkan mereka dari siksa neraka.Tuhan kami,masukanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah engkau janjikan kepada orang yang shaleh di antara orang tua-orang tua mereka,isteri-isteri (suami-suami) mereka,dan keturunan mereka.Sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Bijaksana.
Telah kita sampaikan doa buat mereka yang telah mendahului kita;buat mereka yang telah “mudik” ketempat asal mereka.Tahun ini mereka telah meninggalkan kita.Tahun depan boleh jadi kita memperoleh giliran meninggalkan karib-kerabat dan sahabat-sahabat kita.Hari ini kita menangisi mereka.Esok hari kita yang akan di tangisi orang.Setiap hari,maut mengepak-ngepakan sayapnya di atas kepala kita.
Ketika pulang dari Shirin,sayyidina Ali.K.W. melewati perkuburan di pinggir kota kufah.Beliau berkata seraya menghadap ke arah perkuburan.”Wahai penghuni kampung nan sunyi .Wahai penduduk yang tinggal di tempat yang sepi.Wahai orang-orang yang berdiam di kubur yang gelap.Wahai orang yang berbaring di atas tanah,yang terasing,yang sendirian,yang kesepian.Kalian telah mendahului kami.Kami insyaf Allah akan menyusul kalian.Rumah kalian sudah di tinggali orang lain,isteri(atau suami) kalian sudah menikah lagi,harta kalian sudah di bagi-bagikan .Inilah kabar dari kami.Bagaimana kabar dari kalian?”
Imam Ali k.w. kemudian menoleh kepada sahabat-sahabatnya,”Demi Allah,sekiranya Allah swt mengizinkan mereka berbicara,mereka akan berkata:Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah Takwa.”(nahjul balaghah,”Hikam”,130).
Bekal inilah yang sering kita abaikan.Setiap hari kita bekerja keras untuk bekal mudik beberapa hari ke kampung halaman kita.Tidak pernah terpikir bahwa kita harus berusaha keras untuk bekal mudik ke tempat asal kita.Bukan untuk beberapa hari,tetapi untuk perjalanan jauh dan panjang,yang satu harinya sama dengan seribu tahun pada hitungan kita sekarang.Berapa banyak di antara kita yang membanting –tulang untuk persipan masa pensiun yang hanya beberapa tahun;tapi lupa untuk mempersiapkan masa ribuan tahun setelah ajal menjemput kita.
Tahukah apa yang terjadi pada perjalanan akhir kita,pada hari pertama kita meninggalkan dunia.Inilah apa yang di ceritakan hadis-hadis sahih kepada kita :
Pada hari terakhir anak adam meninggalkan dunia,dan hari pertama ia berada di akhirat,hartanya,anak-anaknya, dan amalnya di hadapkan kepadanya.Mula-mula ia menengok ke arah hartanya seraya berkata,”Demi Allah ,aku dahulu sangat rakus dan pelit ketika mengurus kamu.Sekarang apa yang akan engkau berikan kepadaku.”Hartanya menjawab,”Ambilah dariku kain kafanmu.”Kemudian ia menoleh ke arah anak-anaknya,”Demi Allah,aku dahulu sangat mencintai kalian dan berusaha melindungi kalian.Sekarang apa yang mau kau berikan padaku?” Lalu ia menoleh kepada amalnya ,”Demi Allah,dahulu aku enggan mendekatimu;kamu terasa berat sekali bagiku.Sekarang apa yang kau berikan kepadaku?”Amalnya berkata,”Aku akan menjadi sahabatmu dalam kuburmu,dalam padang mahsyar nanti,sampai engkau berhadapan dengan Tuhanmu”(tafsir Mizan 1:363).
Masih menurut riwayat yang shahih,bila yang di jemput maut itu kekasih Allah,ia akan di jemput seseorang yang harumnya sangat semerbak,yang wajahnya sangat indah,yang pakaiannya sangat bagus.Melihatnya saja sudah membawakan kebahagiaan.Ketika makhluk itu di tanya ,”Siapa anda?”ia menjawab,”Saya amalmu yang shaleh,saya akan mengantarkanmu dari dunia menuju surga.”
Bila yang meninggal itu orang yang berbuat maksiat,seseorang yang sangat buruk rupanya,sangat busuk baunya,duduk di sampingnya.Bila sesuatu yang menakutkan terjadi,ia menambah ketakutannya itu.Bila si mayit melihat yang mengerikan,ia menambah kengeriannya.Mayyit berkata,”Engkau betul-betul buruk.Siapa kamu sebenarnya?”Orang buruk itu berkata,”Apakah engkau tidak mengenalku?””Tidak,”jawab si mayyit.”Aku adalah amalmu.Dahulu amalmu buruk karena itulah mukaku buruk.Dahulu amalmu busuk karena itulah bauku busuk”(tafsir Al-Durr Al-Mantsur 5:128).
Pada waktu “Mudik” yang sebenarnya nanti,siapa yang akan menjemput anda dan menemani anda sejak alam kubur sampai kehadapan Allah nanti?Yang mana yang akan menyertai Anda :o rang yang berwajah indah dan menenteramkan atau orang bermuka buruk dan menakutkan !.
Al-Quran melukiskan perilaku kita ketika “Mudik” nanti.Kita pasti masuk ke salah satu golongan di antara dua.Tidak mungkin masuk golongan ketiga.Allah berfirman :
1. sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?
2. banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. bekerja keras lagi kepayahan,
4. memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
8. banyak muka pada hari itu berseri-seri,
9. merasa senang karena usahanya,
10. dalam syurga yang tinggi,
11. tidak kamu dengar di dalamnya Perkataan yang tidak berguna.
12. di dalamnya ada mata air yang mengalir.
13. di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,
14. dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),
15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,
16. dan permadani-permadani yang terhampar.
17. Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan,
18. dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
19. dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
20. dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
21. Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
22. kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
23. tetapi orang yang berpaling dan kafir,
24. Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.
25. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,
26. kemudian Sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. Kita tidak tahu,apakah kita termasuk”wujuhun khasyi’ah”,wajah-wajah yang ketakutan,atau wajah-wajah yang ceria gembira(wujuhun na’imah).Tapi kalau kita melihat amal-amal kita,kita akan terkejut.Kita mungkin lebih dekat dengan “wajah yang ketakutan”dari pada” wajah yang ceria”Bukankah kita sangat lalai menjalankan ibadat?Bukankah di kesunyian malam,ketika tuhan yang Maha Rahman dan Rahim menanti kita untuk menemui-Nya,kita tertidur lelap seperti bangkai?Bukankah kita berpuasa,lidah kita tetep saja menggunjingkan orang dan memfitnah saudara kita sesama muslim;mata kita selalu saja menikmati pemandangan yang di murkai Allah;tangan kita terus saja di gunakan untuk menzalimi sesama manusia,dan melakukan kemaksiatan;dan tidak henti-hentinya kita berbuka puasa kita masukan kedalam perut kita harta yang haram,harta yang diperoleh dengan merampas hasil keringat fakir dan miskin?
Nabi SAW,bersabda,”Tidak beriman kamu,kalau kamu tidur kenyang sementara tetangga kamu kelaparan di samping kamu.”
Betapa seringnya kita makan kenyang tanpa sekejappun teringat tetangga kita,bahkan saudara kita,yang pulang ke rumahnya dengan tubuh yang lesu,rambut yang tertutup debu,dan perut yang keroncongan.Betapa seringnya kita tergoda dengan barang-barang mewah,tapi tidak terharu melihat penderitaan manusia.Hati kita sudah keras.Mata kita sudah kering.Kita tidak menangis ketika tetangga kita sakit keras dan tidak sanggup berobat karena kemiskinannya,atau ketika anak yatim terlunta-lunta tanpa perlindungan ;atau ketika otak-otak cerdas di sia-siakan karena tidak sanggup membiayai pendidikan;atau ketika orang-orang yang mendapat musibah,merintih sendirian.Tidak beriman kamu kalau kamu tidur kenyang.sementara tetangga kamu kelaparan di samping kamu.
Yang lebih mengerikan lagi,kita mampu bergembira di atas penderitaan orang lain.Kita tertawa bangga ketika berhasil menipu orang yang lemah,merampas tanah orang kecil,menindas buruh yang tidak berdaya.Bagaimana mungkin kita memperoleh wajah-wajah yang ceria gembira ,kalau tangan kita berlumuran dosa! Imam Ali berkata,”bekal yang paling buruk ketika mudik adalah berbuat zalim terhadap Hamba Allah swt”(Al-Bihar 77:239).
Sambil mengenang saudara-saudara kita yang sudah mendahului kita,marilah kita renungkan bekal mudik kita nanti.Satu bulan penuh Kita mengisi siang dan malam kita untuk beribadat dan beramal shaleh.Kini,siang dan malam yang penuh berkat itu telah lewat.Padahal perjalanan kita sangat jauh dan bekal kita masih sedikit.Marilah kita bermohon kepada Allah swt,agar kita tidak menghancurkan shaum dan ibadat malam kita di bulan puasa ,dengan melalaikan perintah Allah swt dan melanggar larangan-Nya di bulan-bulan yang lain.Sebelumnya,marilah kita memohonkan ampunan kepada Allah ,agar kita betul-betul kembali kepada fitrah kesucian kita.
 

SEMUA MILIK ALLAH SWT

by.Achmad RF.---------
Hakikatnya kita tidak punya apa-apa dalam hidup ini,kita tidak punya hak paten dalam hidup ini,semuanya adalah milik Allah swt.Kita ketika di berikan kemampuan untuk berkreasi untuk berfikir,sebenarnya kita tidak memiliki apa-apa.Tidak ada satu hukumpun di dunia ini yang mampu memberikan kita muthlak hak paten,kecuali hukum Allah swt yang mengatakan "lillahi maa fissamawaati wal-ardy" Semuanya apa-apa yang ada di langit dan di bumi semua nya milik Allah swt.Kenapa kita harus sombong sebagai ciptaan Allah swt yang pada dasarnya kita tidak memiliki apapun dalam hidup ini,kenapa kita harus sedih tanah kita,ladang kita,rumah kita, di babat habis untuk orang-orang yang serakah dalam hidup ini,padahal kita tahu orang-orang yang membabat sawah ladang kita adalah orang-orang yang tidak memahami tentang apa-apa di dunia, ini adalah milik Allah swt semua.Semuanya hanya hak guna pakai yang pada akhirnya akan di ambil kembali oleh sang maha pencipta.
Allahu Akbar,..Engkau maha kuasa,kau titipkan kekuasaan kepada hambaMu...
Allahu Akbar,.Engkau maha hidup,kau titipkan kehidupan kepada hambaMu......
Allahu Akbar..Engkau maha mendengar,kau titipkan kemampuan mendengar kepada hambaMU.
Allohu  Akbar,Engkau maha melihat,engkau titipkan kemampuan melihat kepada hambaMu.

LA TUDRIKUHUL ABSHAR WA HUA YUDRIKUL ABSHAR WAHUALLATHIFUL KHABIR....
 
yang dinamakan buta bukan karena buta mata fisik,akan tetapi karena buta mata hatinya.Banyak mereka yang mata fisiknya terbuka,terbelalak,melek,di butakan mata hatinya.Lebih baik terbukanya mata fisik mendorong terbukanya mata hati untuk melihat keagungan Allah swt.

Allahu Akbar,...Allah maha berkata-kata,Allah titipkan kemampuan berkata-kata ,maka ketika kita mengucapkan Allahu Akbar ,pengucapan,pendengaran,kehidupan,kemampuan kalam,pengetahuan,mutlak milik Allah swt,kita seakan-akan tidak memilki apa-apa di dunia ini.LAHAULA WALAA QUWWATA ILLABILLAHIL 'ALIYYIL ADZIEM.
Semoga bermanfaat.
Wassalam.







Sabtu, 04 September 2010

YA RAMADHAN.....

By.Achmad Reza Fahlevi-------------
Ramadhan sebentar lagi akan berakhir....langit,bumi,dan semua semesta akan menangis karena kepergiannya.Kita yang masih bersimpuh di pojok-pojok dunia ini sedang berharap kepada keutamaannya;keberkahan,ampunan,kebebasan,ke fitrahan,ketulusannya.apakah kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya,sementara kita tidak tahu akankah kita menjumpainya.Di bulan ini kita berharap semua amaliayah kita,semua ibadah kita diterima oleh Allah.Kita juga meminta kepada Allah supaya keimanan kita sempurna ,dan semua kewajiban kita dapat laksanakan sekuat kita,kita jaga shalat kita ,kita pasrah dengan takqdir Allah baik maupun buruk.Sementara kita berharap dengan limpahan dan keistimewaan bulan Ramadhan,masih banyak orang yang mensiasiakan momen ini dengan membuang waktu yang tidak berfaidah,melalaikan segala perintah Allah swt,sungguh mereka adalah orang-orang yang  merugi...naudzubillah..

Kita jangan berharap banyak dengan apa-apa yang kita lakukan di dalam ibadah kita,kita pasrahkan semua amaliah kita kepada Allah swt dengan seikhlas-ikhlasnya,bukankah Allah swt  telah menjanjikan kepada kita”Barangsiapa siapa yang berpuasa/yang mendirikan shalat ,dengan iman dan ikhlas,maka Allah akan hapus semua dosa-dosa yang telah lalu “.Kita lihat informasi-informasi di sana,masih banyak orang yang berpuasa tapi masih mengharapkan lailatur qodar,masih banyak orang berpuasa masih mengharapkan dosa-dosanya akan di ampuni.Kita beribadah tapi kita masih mengharapkan sesuatu yang bukan menjadi tujuan kita yang sebenarnya,kita puasa,kita shalat masih mengharapkan makhluknya tuk bisa menghapuskan semua noda-noda  kekejian yang ada pada kita,menghapus kebusukan-kebusukan yang sering kita lakukan di dunia ,padahal semua itu kita lakukan dengan kesadaran,padahal semua itu kita lakukan dengan kodrat manusia sebagai hamba yang lemah dan penuh salah.Allah swt menjadikan kesalahan juga menciptakan ampunan,Allah mengadakan kejahatan,juga menciptakan kebaikan.Kita puasa bukan untuk mengharapkan sesuatu apapuun,kita puasa hanya berharap  keridhloan Allah swt dan berlindung dari murkanya Allah swt.


Menjelang  lebaran ,suasana ibadah berubah menjadi suasana pasar.Budaya baru yakni belanja baju baru,kopiah,jilbab,makanan yang lezat-lezat untuk lebaran semakin marak.Suasana lebaran berubah menjadi suasana  pasar,saling memamerkan baju baru,saling memamerkan perhiasan-perhiasan mahal ,dsb.Padahal kita tahu ‘’Laisal ‘ied liman labisal jadid,walakinnal ied liman thoa’tuhu tazid”.Bukan di namakan lebaran  bagi orang yang memakai busana  baru,akan tetapi yang dinamakan lebaran adalah orang yang ketaatannya kepada Allah semakin bertambah”.Kecintaannya kepada Allah semakin sempurna.Inilah yang sebenarnya dari refleksi Ramadhan kita.

Kita angkat tangan kita seraya meminta,kita rendahkan hati kita sereendah-rendahnya di hadapan Allah,munculkan keikhlasan ,ketulusan kita kepada Allah.
ALLOHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM,TUHIBBUL ‘AFWA FA’FUU  ’ANNI.
ALLOHUMMA ASALUKA RIDHOKA WAL JANNAH,WANUUDZUBIIKA MIN SYAKOTIKA WANNAR.
ALLOHUMMA BALLIGHNA FII RAMADHAN.
AMIN.

Selasa, 31 Agustus 2010

BUTUH HIDAYAH

By.Achmad Reza Fahlevi-------

Ada masa semangat,ada masa malas,ada masa kacau.di saat itu kita sangat membutuhkan hidayah Allah swt  terus bersemayam di dalam hati kita.Mengapa sekurang-kurangnya kita minta hidayah kepada Allah, minimal 17 kali di dalam shalat kita,”Ihdinassirothol mustaqiem”Berikan kami hidayah  di jalan yang lurus ya Allah”.Hal ini menunjukan  bahwa manusia sangat membutuhkan hidayah.Karena manusia tanpa hidayah hidupnya akan tersesat,tidak bisa menentukan sikap,tidak optimis dalam kehidupan ini.oleh karena itu ,sangatlah penting hidayah buat kita.

Selanjutnya,setelah hidayah kita peroleh maka akan muncullah ketakwaan di dalam diri kita.ketaqwaan tidak hanya terjadi di bulan Ramadhan saja ketakwaan akan terus di laksanakan setelah Ramadhan juga.Kalau ketakwaan di bulan Ramadhan itu sudah wajar,karena mayoritas semua orang ketika memasuki Ramadhan memakai topeng kesolehannya,tapi kalau setelah Ramadhan ketakwaannya berlanjut menjadi lebih bertaqwa maka itulah kehebatannya.mempertahankan apa-apa yang telah diperoleh di bulan Ramadhan.Yang tadinya di bulan Ramadhan tidak menipu,tidak gila jabatan,tidak memusuhi orang,maka setelah ramadhanpun dia memagang komitmen ketakwaan yang menjadi efek  dan tujuannya puasa di bulan Ramadhan yaitu meningkatkan ketakwaannya kepada Allah swt.Meminta dan memegang hidayah kuat-kuat di dalam hatinya akan menimbulkan ketakwaan yang bersahaja.

Dan di bulan Ramadhan ini juga,kita di anjurkan untuk banyak meminta kepada Allah swt.meminta kecukupan hidup di bulan Ramadhan itu sah-sah saja. karena di bulan ini, semua do’a akan di kabulkan,dan semua dosa akan di hapuskan karena fadhilah dari bulan yang penuh dengan hikmah dan berkah ini.Kaitannya dengan diterimanya puasa atau tidak oleh Allah swt adalah di serahkan sepenuhnya kepada  Allah swt.Tapi  hal ini bisa di lihat dari amaliyah di bulan Ramadhannya.semakin meningkat atau tidak.Persoalan penilaian ibadah puasa oleh Allah swt di jelaskan”Puasa itu untukku,dan aku yang akan membalasnya”.Harapan kita selalu dalam hati kita ,kita tanamkan hidayah dan kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Walaupun langit bergoyang walaupun dunia ini bergetar jangan lupa selalu kita meminta hidayah kepada sang maha pencipta.

MANUSIA YANG BERMANFAAT

By.Achmad Reza Fahlevi----------

Ibadah silaturahmi adalah amalaiyah yang melahirkan ukhuwah islamiyah dan  kerezekian yang halal dari sisi Allah swt.Manusia yang hatinya ingin mengamalkan ini harus di dasarkan karena Allah swt,untuk melahirkan nilai keikhlasan dari silaturahminya,karena banyak manusia silaturahmi di lakukan karena di dasarkan kepada kepentingan-kepentingan tertentu (jabatan,pekerjaan,bisnis,relasi,dsb...).Jarang sekali kita lihat silaturahmi di lakukan di kolong-kolong jembatan,di panti asuhan,di gubuk-gubuk reot,dan di tempat-tempat sosial lainnya.Hal ini sama saja orang yang tidak berduli dengan nilai-nilai silaturahmi itu sendiri.Manusia yang kurang,tidak suka,benci,tidak pernah silaturahmi,maka akan melahirkan manusia-manusia angkuh,masa bodo,emang gue pikirin,tidak pernah bertetangga,tidak pernah takziyah,dsb.Manusia semacam ini pada akhirnya tidak akan diperdulikan oleh manusia lainnya.

Manusia fasiq,adalah manusia perusak terhadap tatanan nilai beragama.Manusia fasiq ini menimbulkan kegelisahan terhadap manusia lainnya,dia senang melihat orang lain susah,dia suka melihat orang lain gelisah,dia gemar melakukan aksi provokator.Manusia lainnya akan senang kalo orang semacam ini mati,orang  ini mati tidak akan meninggalkan kesedihan pada manusia lainnya,karena orang fasik ini adalah sampah masyarakat .

Manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.Manusia di katakan bermanfaat buat manusia lainnya adalah ketika dalam hidupnya ,manusia ini menebarkan kebaikan,mensinari pergaulannya dengan akhlaku karimah,dia tidak pernah marah kalau di hina orang,hidupnya selalu di butuhkan orang dan akan memberikan apapun yang bernilai ibadah untuk kehidupan bermasyarakat.Manusia semacam ini  akan di sayang oleh  Penduduk langit,yaitu para malaikatnya Allah swt.”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya”.Orang bermanfaat laksana bintang, matahari dan hujan yang memberikan  manfaat kepada orang lain.Orang rindu terhadap manusia ini.Kalau orang ini tiada,sungguh orang-orang akan  merasa kehilangan dia.
“Khoirunnas anfa’uhum linnas”.

Senin, 30 Agustus 2010

PENYAKIT ROHANI

by.Achmad Reza Fahlevi ---------
Manusia terdiri 2 komponen ,jasmani dan rohani.keduanya itu perlu di rawat.kecendrungan kita merawat jasmani lebih dominan ketimbang rohani.Kalau  jasmani sakit ribet/sibuknya luar biasa,tapi kalau sakit rohani manusia kurang peduli.padahala sakit rohani lebih berbahaya ketimbang sakit jasmani.Pelit,dengki,riya,dsb itu penyakit yang susah untuk di sembuhkan kecuali dengan sinar hidayah.
Merusak dunia menghancurkan akhirat itu penyakit rohani.Di serang penyakit pelit,di dunia di jauhi orang di akhirat dan tempatnya neraka.Apalagi kalau mendekati lebaran penyakit hati semakin kuat karena faktor ekonomi,menghalalkan segala cara.
Penyakit hati yang lainnya ;sombong,iri,dengki,sum'ah,takabur,ini harus di obati dengan puasa.Karena puasa adalah tameng  penyakit-penyakit hati.kalau orang puasa masih sombong,dengki,takabur,riya ,dsb belum di namakan puasa.hal ini sesuai dengan hadis rosul "Berapa banyak orang puasa ,tapi hanya mendapatkan haus dan laparnya saja".
Artinya  berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus saja,akan tetapi menahan semua hal-hal yang dapat merusak pahala dari puasa itu sendiri termasuk menghancurkan penyakit-penyakit rohani yang menyerang kita,baik dari dalam maupun dari arah luar serangannya.Karena serangan penyakit rohani tidak terasa oleh kita,karena dia menyatu dalam semua aktifitas kehidupan kita.maka kewaspadaan hati kita harus di tingkatkan supaya kita di lindungi oleh Alloh.
Penyakit rohani akan menimpa siapa saja,penyakit rohani  akan menyerang manusia tak mengenal status sosial seseorang,dan tiap orang akan datang dengan fotret  masing-masing orang.Penyakit hati datang kepada penguasa yang tampil penyakit zalim,penyakit rohani datang pada ulama,akan tampil sebagai  riya,penyakit rohani datang ke orang miskin akan tampil sebagai orang yang serakah.siapapun orangnya pasti akan di serang habis-habisan.
Oleh karena itu Puasa ramadhan adalah training dan sekaligus obat untuk menghancurkan
penyakit-penyakit rohani.Semoga kita semua mampu menghadapi dan menghindari penyakit-penyakit rohani.insyaallah.

Jumat, 27 Agustus 2010

RAMADHAN PERISAI NAFSU ANGKARA MURKA

By.Achmad Reza Fahlevi--------------------------------
Ramadhan adalah filter kehidupan.karena berapa banyak manusia  terbius  dengan cinta kepada dunia  dengan nafsu angkara murka  timbulah hidup dengan penuh petaka.Oleh karena ,pantas oleh rosul ketika pulang dari perang badar mengatakan  ‘Raja’ min jihadil ashgar ila jihadil akbar’(kita kembali dari peperangan yang kecil untuk menuju kepada peperangan yang besar),para sahabat tercengang mendengar rosul mengatakan hal itu ,sahabat bertanya;Ayyu jihadin ya rosulallah ?perang  apa itu ya rosul.Dengan bahasa yang penuh santun rosul menjawab;Jihahdunnafsi ,yaitu perang melawan hawa nafsu.Inilah Ramadhan  atau puasa ,di mana puasa itu adalah memenjarakan hawa nafsu .berapa banyak orang menderita karena nafsu ,dan berapa banyak juga manusia bahagia karena nafsu.Nafsu angkara murka menjatuhkan orang,nafsu juga bisa mengangkat  dan membahagiakan orang.Manusia cenderung jatuh karena wanita (hubbusyahawi minnanisa),wanita bisa menjadi petaka,karena wanita ,lelaki bisa  berlinang air mata,begitupula sebaliknya ,tapi tanpa wanita lelaki juga tidak bisa bahagia.Itu di karenakah cinta.Karena hidup tanpa cinta bagai taman tanpa bunga.
Banyak juga orang jatuh karena nafsu kepada harta,contoh tsa’labah .semakin kaya semakin sombong,semakin kaya semakin jauh dari Allah swt,semakin kaya tidak mau sujud kepada Alloh,tidak mau puasa,dsb.Mereka pamer dengan kekayaannya.naudzu billah....Inilah Ramadhan,bulan yang penuh barokah.filter nafsu ,kita menjaga nafsu kita jangan sampai membara menimbulkan malapetaka.Dengan Ramadhan kita munculkan nafsu mutmainnah ,yaitu nafsu yang mengajak kepada nilai-nilai kebaikan.dan kita hindari nafsu amarah,nafsu lawwamah,nafsu-nafsu yang meninabobokan kita kepada cinta dunia.
Di dalam puasa Ramadhan ini,banyak orang-orang yang belum memahami terhadap hal-hal yang menjurus kepada yang halal dan hal-hal yang menjurus kepada yang haram di dalam puasa.artinya tergantung kepada niatnya ketika menjalankan puasa itu sendiri.Makanya puasa hati-hati dengan niat kita, puasanya ingin  sesuatu,puasanya karena takut mertua,puasanya karena ingin di lirik orang/riya,puasa ingin di nilai orang lain,dsb,inilah nafsu yang menjurus kepada kejelekan.Puasa harus di dasarkan karena Alloh.”Sesungguhnya shalatku,puasaku,ibadahku ,hidupku,matiku, hanya karena Allah swt.
Jagalah puasa kita jangan tergoda dengan angkara murka.cari keridhloan Allah swt dengan ibadah puasa .Mudah-mudahan ibadah puasa kita di terima oleh Allah swt.amien.

PUASA DALAM MENCAPAI FITRAH

By.achmad reza fahlevi-----------------

Pada saat Nabi Adam memakan buah khuldi di sorga ,itu adalah awal peristiwa hedonistik,dan materialistik dalam sejarah hidup manusia.Wanita suka  dengan perhiasan dunia ketimbang laki-laki,karena sudah di ibrahkan  oleh siti hawa yang memakan buah khuldi 2 buah sedangkan nabi adam hanya makan sebuah buah khuldi.kemudian Penyesalan yang tidak bisa tertahankan lagi bagi nabi adam seraya berdoa’’ robbana zolamnaa anfusana ,wa illam taghfirlanaa watarhamna lanakunnana minal khosiriiin”.

Bahwasanya  harta hanya berhenti dalam sebuah perut,yang kemudian keluar lagi melalui kotoran.itulah yang di alami  nabi adam ,buah khuldi yang di makannya itu berputar selama 30 hari di dalam perutnya ,beliau tidak bisa membuang air besar.kemudian tobatnya nabi di terima dengan sebuah persyaratan yaitu puasa 3o hari 30 malam.

Pengusiran Nabi Adam oleh Allah swt dari surga    adalah  merupakan pelajaran bagi kita,bahwa manusia  siapapun itu pasti akan di coba oleh Allah dengan berbagai cobaan dengan keimanannya kepada AllAh.”Zuyyinnannas  hubbusyahawati minannisa dst....” ini adalah fitrah manusia suka dengan yang indah-indah,..ini adalah manusiawi,..manusia suka dengan harta,tahta dan wanita...mungkin ini yang sering terlintas di benak kita.Tapi pernahkah kita berfikir bahwa semua itu adalah fitnah,..sadarkah kita kalau semua dunia dan seisinya adalah ujian?..Oleh karena puasa Ramadhan merupakan alat sebagai pengontrol syahwat manusia akan perhiasan-perhiasan dunia agar tidak terjerumus dan masuk kedalam kenikmatan dunia yang semu dan sementara.Yang pada akhirnya pencapaian nilai-nilai takwa yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan kita di dunia  maupun di akhirat.

Kamis, 26 Agustus 2010

HANYA KARENAMU YA ALLAH....

By.Achmad reza Fahlevi----------
Ibadah adalah bukan hanya kewajiban akan tetapi juga kebutuhan,kalau  kita merasa butuh..aku butuh kau ya allah,..aku rindu kepada kau ya allah,..aku tidak bisa hidup tanpa engkau ya allah,..ku menangis  karena kau ya allah. Karena apa?, karena kita butuh kepada Allah.kita bangun tiap malam hanya karena allah,kita puasa sebulan penuh hanya karena engkau ya allah.Inilah yang akan mengggerakan  seluruh anasir kehidupan kita,inilah dasar segala tindak laku kita dalam beribadah kepada Allah swt.Pengabdian kita secara total kepada Allah.

Sa’ad bin mu’adz  di berikan kemuliaan di dunia dan di berikan kemuliaan di akhirat oleh Allah swt.Manusia yang tidak pernah bermaksiat kepada Alloh ,rosul mengatakan 70 ribu malaikat menangis  karena kematiannya.Semua yang beliau lakukan karena hanya semata-mata karena Allah. Bisakah kita seperti beliau?

RAMADHAN PUASANYA ORANG BERIMAN

By.Achmad Reza Fahlevi-----------------

Panggilan orang yang berpuasa adalah panggilan keimanan ‘’ya ayyuhalladzina amanuu kutiba ‘alaikum bisyiam....dst.....”ini artinya apa ? orang yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah orang yang sangat tajam bashariyyah atau mata hatinya.ketika orang berpuasa seluruh panca indra mempunyai kemampuan menangkap segala setiap peristiwa dengan keimanannya .Dan setiap panggilan keimanan orang yang beriman mensikapi segala sesuatu dengan cerdas ,dia semakin sabar dalam mengarungi kehidupan sekarang dan akan datang,dan dia semakin bertambah keikhlasannya di dalam mengamalkan ilmunya  pengetahuannya bahkan ibadahnya pun akan di landaskan kepada nilai-nilai keikhlasan.nilai keikhlasan itu adalah sebuah nilai yang teramat sakral dalam warna kehidupan  kita.dari dunia pendidikan sampai dunia kerja itu di butuhkan keikhlasan yang nyata ,yang pada akhirnya melahirkan keberkahan di dalam kehidupan kita.siapa manusia yang tidak ingin hidup berkah?semua manusia ingin hidup yang lebih berkah.oleh karena itu mari kita tingkatkan keikhlasan di dalam warna kehidupan kita.

Selanjutnya ,orang yang berpuasa mampu menangkap segala peristiwa yang juga akan melahirkan sabar dan syukur.dengan imannya  kita bisa menangkap semua bahasa hikmah dari setiap peristiwa ,so setiap peristiwa adalah  ada hikmahnya,ada rahmatnya.Oleh karena itu bulan Ramadhan adalah juga bulan kesabaran,karena sabar itu juga sebagaian dari pada iman .karena di mulai dengan iman kemudian berpuasa .dan akan melahirkan sikap sabar .ketika  nilai-nilai sabar sudah membaja di dalam qolbu kita maka akan lahirlah nilai syukur.karena syukur adalah sebuah nilai yang dikontradiksikan oleh Allah dengan kata kufur/ingkar,atau azab.sebagaimana firman Allah swt:” Bersyukurlah kepadaku niscaya akan ku tambah nikmat mu,jika engkau mengkufurinya maka ingatlah..azabku sangatlah pedih.
Subhanalloh...subhanalloh wabihamdih...
Semoga bermanfaat.amien.

Minggu, 08 Agustus 2010

RAMADHAN MOMENTUM MENYAMBUT KEHIDUPAN ISLAM


by Rahmi Surainah, S.Pd---------------
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa“ (TQS. Al-Baqarah: 183)
Alhamdulillah tinggal menghitung hari lagi Ramadhan tiba. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi kaum muslim. Ghirah keislaman kaum muslim biasanya meningkat. Inilah momentum untuk melakukan takarrub ila Allah yang bisa menjadikan umat ini ‘menggeliat bangun’ untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam.
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan. Oleh karena itu, umat Islam harus mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktivitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat
Sebelum Ramadhan tiba hendaknya kita lakukan berbagai persiapan diantaranya persiapan mental, ruhiyah (spiritual) dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, puasa sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).
Persiapan fikriyah dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan.
Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilkan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
Selanjutnya persiapan fisik dan materi, seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan.
Merencanakan peningkatan prestasi ibadah (Syahrul Ibadah). Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif. Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa.
Allah subhanallahu ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”(TQS. AR- Ra’du: 11). Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syaitan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi) dan yang paling penting keistiqamahan kita setelan bulan Ramadhan selesai. Dalam sebuah hadits digambarkan amal yang paling baik dalam pandangan adalah yang terus-menerus walaupun sedikit. Memprihatinkan sekali kalau Ramadhan seakan hanya menjad masa cuti dari kemaksiatan. Berbagai bentuk kemaksiatan dihentikan selama Ramadhan dengan alasan menghormati kesucian bulan Ramadhan. Namun, begitu berlalu banyak orang beramai-ramai memulai kembali kemaksiatan yang dia lakukan sebelum Ramadhan. Bar, kafe, diskotek, dan tempat-tempat hiburan yang berbau erostis dan porno dibuka kembali. Busana islami yang dikenakan selama Ramadhan dimuseumkan karena aurat kembali diumbar.
Semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/ kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/ kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya. Semoga Allah subhanallahu ta’ala senantiasa menerima puasa kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.
Akankan Ramadhan kali ini sama saja dengan yang lalu sebagai seremonial yang kosong dari ruh, ritual tanpa bekas, dan hanya menjadi cuti dari kemaksiatan? Apakah Ramadhan telah kita jalani secara lebih bermakna, berpengaruh dan membekas? Apakah keimanan kita, ketakutan kita akan azab-Nya, kerinduan kita akan kerdhaannya dan ketaatan kita kepadan Syariah-Nya meningkat?
Puasa akan mengantarkan takwa jika dilakukan oleh orang yang beriman karena dorongan keimanannya. Ketakwaan adalah hikmah dari puasa. Sifat takwa itu tercermin dalam kesedian seorang muslim untuk tunduk dan patuh pada hukum Allah. Secara personal, Syariah yang pelaksanaannya bisa dilakukan oleh individu dan kelompok seperti shalat, puasa, zakat, memakai jilbab, berakhlak mulia, berkeluarga secara islami; atau bermuamalah seperti jual-beli, sewa-menyewa secara syar’i dan sebagainya bisa dilaksanakan saat ini juga. Disamping berkaitan personal, banyak hukum syariah yang berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan, hukum-hukum tersebut meliputi peradilan/ persaksian seperti qishash, potong tangan bagi perncuri, cambuk seratus kali bagi pezina, dsb. Ekonomi sepeti hukum tentang kepemilikan, pengelolaan kekayaan milik umum, penghapusan riba, dsb. Selain itu, bagaimana politik luar negeri dan kewarganegaraan.
Setiap orang dari kita sesungguhnya diperintahkan untuk menjalankan semua hukum tersebut. Kita juga diperintahkan untuk memutuskan semua perkara di tengah-tengah masyarakat dengan hukum-hukum Allah, yaitu dengan syariah Islam. Sebagaimana hukum-hukum yang bersifat personal seperti shalat, puasa Ramadhan, zakat, ibadah haji, dll wajib dilaksanakan maka demikian pula hukum-hukum yang bersifat sosial. Hanya saja, semua hukum yang terkait dengan pengaturan masyarakat tersebut adalah kewenangan penguasa atau pemerintah, bukan kewenangan individual atau personal. Karena itu, justru disinilah pentingnya kaum muslim memiliki penguasa dan sistem pemerintahan yang sanggup menerapkan hukum-hukum Islam (daulah khilafah islamiyah).
Kesedian kita untuk tunduk dan patuh pada semua hukum itulah realisasi ketakwaan. Selama bulan Ramadhan nanti ketakwaan kita ditempa, seharusnya selepas Ramadhan kita lebih bertakwa, lebih gigih melaksanakan syariah Islam serta melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan-Nya. Semangat ketakwaan inilah yang akan mendorong kita lebih gigih memperjuangkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Penerapan syariah Islam secara total yang merupakan wujud nyata dari ketakwaan kita itulah sebenarnya yang akan menentukan kemulian kita juga akan mendatangkan jalan keluar bagi kita dari permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Firman Allah: “Siapa saja yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”(TQS. Ath. Thalaq: 2).
Semoga kaum muslim bisa memanfaatkan momentum Ramadhan nanti untuk melakukan transformasi kesadaran: dari ketakwaan individu ke ketakwaan kolektif sebagai penduduk negeri muslim terbesar; dari ketakwaan sektoral pada batas-batas ibadah ritual ke ketakwaan secara total dalam seluruh aspek kehidupan yaitu penegakan syariah dan khilafah.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.
Penulis : Rahmi Surainah, S.Pd; Mahasiswa Magister.PBSID FKIP Unlam & Aktivis MHTI

Jumat, 06 Agustus 2010

WELCOME RAMADHAN


Alhamdulillah Allah akan mempertemukan kita kembali dengan Bulan Ramadhan tahun ini, betapa banyak keluarga, teman, saudara, tetangga dan masyarakat lain yang tidak bisa bertemu dan menyambut datangnya tamu mulia kita ditahun ini karena telah dipanggil terlebih dahulu menghadap Allah SWT, jangan sia siakan waktu dan kesempatan yang telah diberikan ini, mari bersama-sama utk melakukan amalan yang sebanyak banyaknya di bulan suci ini.
Ada 10 Langkah yang harus bisa kita lakukan dalam menyambut bulan suci ini agar mendapatkan barokah di dalamnya :

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Selamat datang wahai Ramadhan…

Tiada kata seindah dzikir…

Tiada bulan seindah Ramadhan…

Izinkanlah kedua tangan besimpuh memanjatkan do’a…

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf…

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt…

Dan mudah-mudahan Ramadhan ini menghantarkan kita untuk mendapat predikat MUTTAQIN…

Amiiin…

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 H

Mohon maaf lahir batin .., semoga bermanfaat

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Free Samples