By.Achmad Reza Fahlevi————-
Ramadhan sebentar lagi akan berakhir….langit,bumi,dan semua semesta akan menangis karena kepergiannya.Kita yang masih bersimpuh di pojok-pojok dunia ini sedang berharap kepada keutamaannya;keberkahan,ampunan,kebebasan,ke fitrahan,ketulusannya.apakah kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan berikutnya,sementara kita tidak tahu akankah kita menjumpainya.Di bulan ini kita berharap semua amaliayah kita,semua ibadah kita diterima oleh Allah.Kita juga meminta kepada Allah supaya keimanan kita sempurna ,dan semua kewajiban kita dapat laksanakan sekuat kita,kita jaga shalat kita ,kita pasrah dengan takqdir Allah baik maupun buruk.Sementara kita berharap dengan limpahan dan keistimewaan bulan Ramadhan,masih banyak orang yang mensiasiakan momen ini dengan membuang waktu yang tidak berfaidah,melalaikan segala perintah Allah swt,sungguh mereka adalah orang-orang yang merugi…naudzubillah.. Kita jangan berharap banyak dengan apa-apa yang kita lakukan di dalam ibadah kita,kita pasrahkan semua amaliah kita kepada Allah swt dengan seikhlas-ikhlasnya,bukankah Allah swt telah menjanjikan kepada kita”Barangsiapa siapa yang berpuasa/yang mendirikan shalat ,dengan iman dan ikhlas,maka Allah akan hapus semua dosa-dosa yang telah lalu “.Kita lihat informasi-informasi di sana,masih banyak orang yang berpuasa tapi masih mengharapkan lailatur qodar,masih banyak orang berpuasa masih mengharapkan dosa-dosanya akan di ampuni.Kita beribadah tapi kita masih mengharapkan sesuatu yang bukan menjadi tujuan kita yang sebenarnya,kita puasa,kita shalat masih mengharapkan makhluknya tuk bisa menghapuskan semua noda-noda kekejian yang ada pada kita,menghapus kebusukan-kebusukan yang sering kita lakukan di dunia ,padahal semua itu kita lakukan dengan kesadaran,padahal semua itu kita lakukan dengan kodrat manusia sebagai hamba yang lemah dan penuh salah.Allah swt menjadikan kesalahan juga menciptakan ampunan,Allah mengadakan kejahatan,juga menciptakan kebaikan.Kita puasa bukan untuk mengharapkan sesuatu apapuun,kita puasa hanya berharap keridhloan Allah swt dan berlindung dari murkanya Allah swt.
Menjelang lebaran ,suasana ibadah berubah menjadi suasana pasar.Budaya baru yakni belanja baju baru,kopiah,jilbab,makanan yang lezat-lezat untuk lebaran semakin marak.Suasana lebaran berubah menjadi suasana pasar,saling memamerkan baju baru,saling memamerkan perhiasan-perhiasan mahal ,dsb.Padahal kita tahu ‘’Laisal ‘ied liman labisal jadid,walakinnal ied liman thoa’tuhu tazid”.Bukan di namakan lebaran bagi orang yang memakai busana baru,akan tetapi yang dinamakan lebaran adalah orang yang ketaatannya kepada Allah semakin bertambah”.Kecintaannya kepada Allah semakin sempurna.Inilah yang sebenarnya dari refleksi Ramadhan kita.
Kita angkat tangan kita seraya meminta,kita rendahkan hati kita sereendah-rendahnya di hadapan Allah,munculkan keikhlasan ,ketulusan kita kepada Allah.
ALLOHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM,TUHIBBUL ‘AFWA FA’FUU ’ANNI.
ALLOHUMMA ASALUKA RIDHOKA WAL JANNAH,WANUUDZUBIIKA MIN SYAKOTIKA WANNAR.
ALLOHUMMA BALLIGHNA FII RAMADHAN.