Alhamdulillah.. akhirnya bioskop di Indonesia menampilkan film yang tidak hanya menjadi tontonan tapi bisa menjadi tuntunan untuk bangsa ini.. setelah sukses hadirnya film bertema religi islami ayat-ayat cinta kali ini kami penonton awam diberikan suguhan yang berbeda dengan film-film kebanyakan yang akhir-akhir ini muncul dengan tema yag hampir seragam seperti mistik, percintaan, gaya hidup kaum metropolis yang sepertinya memang lebih banyak diminati para penikmat film.
Suasana berbeda menghampiri diriku ketika ingin menonton film baru ustadz yang memiliki julukan ustadz sedekah- ustadz yusuf mansyur…
Biosokop hari itu terlihat lengang berbeda dengan saat melihat antusiasme warga Jakarta yang ingin menonton film yang di ambil dari novel best seller ayat-ayat cinta,
Berbeda karena terlihat penonton yang datang bukan ABG-ers
Terlihat rombongan satu keluarga besar membawa serta kakek dan nenek mereka untuk masuk kedalam bioskop.. dan hari itu aku melihat bioskoptidak hanya milik ABGers ajah… kakek dan nenek zaman sekarang pun gak mau kalah sama para ABG
Mungkin dari judulnya yang islami banget ‘Kun Faya Kun’ film ini kalah pamor dengan film di studio sebelah yang lebih banyak diisi para ABG ‘Tali Pocong Perawan…’
Diawal film, penonton disuguhkan tampilan yang menguras emosi dan mau gak mau hari itu bercucuran lah airmata ini membasahi pipi (halaaahh kyk lagu ajah).. mungkin hanya orang berhati baja ajah yang gak nangis ketika diperlihatkan bagaimana keadaan kehidupan seorang tukang kaca & bingkai yang sangat-sangat memprihatinkan, susah payah menjajakan dagangannya untuk menghidupi keluarga-istri & kedua anak lelakinya-
Sebagai kepala rumah tangga dia tidak berputus asa untuk mencari rizki yang allah berikan.
Untuk makan pun mereka kesulitan, sang ibu rela untuk tidak makan nasi dan lebih mementingkan anaknya agar bisa makan sampai dia harus makan sisa-sisa nasi yang telah dia bagikan untuk anak2nya begitupun sang ayah yang lebih memilih berpuasa agar nasi yang menjadi jatahnya bisa dimakan untuk sarapan kedua anaknya keesokan harinya…
Pekerjaannya sebagai tukang kaca & bingkai kelililng tidak menjamin salah satu daganganyya bisa terjual tapi kegigihan keluarga ini untuk terus berikhtiar dan tidak henti-hentinya meminta pertolongan kepada Sang Maha Pemberi Rezeki membuktikan kalau DIA tidak tidur.
Kekecewaan sang ayah ketika salah satu dagannya hampir dibeli tapi kemudian tidak jadi karena tawuran pelajar sehingga kaca itu pecah mengingatkan ku akan peristiwa itu so close.. Allah memberikan kuasaNYA melalui jalan yang lain.. ketika sang ayah pulang ke rumah dengan membawa rp. 5 ribu itu pun dari sedekah yang diberikan oleh pengurus masjid.. Allah memberikan rezekinya melalui jalan yang lain, salah satu anak lelakinya mendapatkan rejeki yang tidak diduga2.. bertemu dengan seseorang yang belakangan tenyata diketahui sebagai mantan kekasih ibunya yang memberikan uang 200 ribu.
Sang ayah pun merasa bersalah karena dia merasa telah tidak percaya atas kekuasaan allah karena tidak memberikannya rejeki sesuai yang dia minta namun kemudian sang ayah mengakui kalo Allah ternyata cinta pada keluarga ini. Sebagai wujud bersyukurnya sang ayah atas rejeki yang tidak di duga-duga meskipun dalam keadaan pas-pasan beliau tidak lupa untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk disedahkan. Dan ternyata kegigihan keluarga ini untuk berikhtiar dan berdoa hanya kepada Allah membuahkan hasil yang tidak diduga.. memiliki perusahaan dan rumah sendiri dan akhirnya keinginan keluarga ini utnuk menjadi keluarga pemberi terwujud. Seperti prinsip sang ayah yang mengajarkan kepada anggota keluarganya untuk menjadi pemberi Karena tangan diatas lebih mulia dibanding tangan dibawah.
Subhanallah seandainya film-film di Indonesia bisa memberikan pencerahan, lebih memikirkan untuk mengubah akhlak menjadi lebih baik dibanding menyuguhkan tontanan yang alasannya memberikan realita keadaan sebernarnya dari masyarakat tapi yang ada hanyalah menjejalkan pemikiran-pemikiran yang hanya akan mengubah akhlak. Seandainya…
Ibrah dari film ini:
Ternyata Allah mencintai hamba yang mau mendekatkan diri kepadaNYA
Jangan pernah sampai berputus asa atas rahmat ALLAH, karena ALLAH maha pemberi rejeki DIA memiliki kuasa untuk menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, Kun Faya Kun..
Ternyata ketika ALLAH tidak mengabulkan permohonan doa salah satu kemungkinannya adalah ALLAH akan mengganti dengan yang lebih baik
Jangan pernah berburuk sangka kepada ALLAH karena ALLAH menuruti prasangka hambanya…
Lebih mulia menjadi pemberi dibanding penerima
Semoga penonton yg menyaksikan film ini terutama diriku ini bisa lebih menyadari akan segala kuasa-NYA



01.55
Posted in: