Jumat, 17 Desember 2010

Untuk Seseorang

Hari – hari lewat dengan hangat saat kau jadi milikku
Tapi…hari – hari itu tinggal jadi kenangan
Maafkan untuk semua kesalahanku padamu
Terimakasih atas semua kasih sayangmu dan cintamu
Terimakasih atas semua perhatianmu
Kau yang selalu memberikan yang terbaik untukku
Dan memenuhi semua keinginanku
Kau yang terbaik yang pernah kudapatkan

Kucoba berlari tapi tak mampu
Kucoba hadapi tapi tak tahan
Kasih…mengapa kau hadir
Mengisi hari – hariku, tapi hanya untuk sesaat
Seperti bintang dirimu ku impikan
Seperti bulan dirimu kurindukan
Tapi ini semua hanya semu
Mengapa perbedaan memisahkan kita
Atau malah perbedaan itu yang seharusnya membuat kita itu bersatu
Dan memulai cinta agar mengerti arti perbedaan

Sudahlah…kini aku sadar
Ternyata aku sudah bangun dari tidurku
Dari mimpi – mimpi indahku, ternyata kau bukan milikku

Aku bersyukur pernah memilikimu
Hanya kau yang terbaik untukku
Sejauh apapun aku akan pergi…
Dan dengan siapapun aku melangkah…
Takan ada yang dapat menggantikanmu di hatiku
Betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
Yang tengah menghidupkan sinar redupku namun tak dapat menyinari
Dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya

Terkadang ku ingin menepis semua rasa
Berusaha untuk melupakan dirimu
Tapi bayang – bayangmu menjerat setiap langkah dan nafasku
Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
Tak bisa kubohongi hati ini sudah jadi milikmu
Saat kutemukan untuk mencintai yang lain, selalu saja gagal
Karna mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
Cintamu takan pernah membebaskanku
Kurasakan beban berat yang terikat terantai
Maka mengingatkan cinta kita seperti memandang empat musim yang berganti

Dinginnya musim dating bersama deringnya salju
Dan kubayangkan mengecupmu di bawah bayang kabut
Saat musim semi mengundang kabut itu disini
Semerbak harum bunga mengingatkan harum tubuhmu
Saat musim panas membakar serupa baraku padamu
Sekali menyejukan seperti yang biasa kita lakukan
Saat musim gugur membiarkan dedaunan berjatuhan
Kering dan tersapu angin puyuh dalam pusaran cintaku

Tapi sudahlah…semua tak berarti tanpa kau disini
Lewatkan malam – malam saat kita bersama
Maka terfikirkan saat – saat berbagi denganmu

Aku patah dan tersendu emosional
Rasa sepi ini telah hamburkan hatiku
Aku pergi bersama derita
Tinggalkan sebuah cerita yang pernah ada di antara kita
Dan juga mengukir rasa cinta

Tapi itu hanya kenangan masa lalu yang kita tempuh bersama
Dan melukis angan di awan dan langit yang jauh
Kini aku dapat merasakan…
Sebuah harapan tak sampai terjangkau oleh tanganku
Karma egomu hatiku menjadi beku
Terbuai arus samudra mengingat tingkahmu
Pekanya panca indra mengenang salahku
Selamat tinggal sayangku….

sumber;http://assaidiyyahgedongan.blogspot.com/2010/07/untuk-seseorang.html

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Free Samples