Penetrate Times seeking NEWS
Hari – hari lewat dengan hangat saat kau jadi milikkuTapi…hari – hari itu tinggal jadi kenanganMaafkan untuk semua kesalahanku padamuTerimakasih atas semua kasih sayangmu dan cintamuTerimakasih atas semua perhatianmuKau yang selalu memberikan yang terbaik untukkuDan memenuhi semua keinginankuKau yang terbaik yang pernah kudapatkanKucoba berlari tapi tak mampuKucoba hadapi tapi tak tahanKasih…mengapa kau hadirMengisi hari – hariku, tapi hanya untuk sesaatSeperti bintang dirimu ku impikanSeperti bulan dirimu kurindukanTapi ini semua hanya semuMengapa perbedaan memisahkan kitaAtau malah perbedaan itu yang seharusnya membuat kita itu bersatuDan memulai cinta agar mengerti arti perbedaanSudahlah…kini aku sadarTernyata aku sudah bangun dari tidurkuDari mimpi – mimpi indahku, ternyata kau bukan milikkuAku bersyukur pernah memilikimuHanya kau yang terbaik untukkuSejauh apapun aku akan pergi…Dan dengan siapapun aku melangkah…Takan ada yang dapat menggantikanmu di hatikuBetapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapanYang tengah menghidupkan sinar redupku namun tak dapat menyinariDan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnyaTerkadang ku ingin menepis semua rasaBerusaha untuk melupakan dirimuTapi bayang – bayangmu menjerat setiap langkah dan nafaskuKehidupan terasa kosong tanpa keindahanmuTak bisa kubohongi hati ini sudah jadi milikmuSaat kutemukan untuk mencintai yang lain, selalu saja gagalKarna mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwakuCintamu takan pernah membebaskankuKurasakan beban berat yang terikat terantaiMaka mengingatkan cinta kita seperti memandang empat musim yang bergantiDinginnya musim dating bersama deringnya saljuDan kubayangkan mengecupmu di bawah bayang kabutSaat musim semi mengundang kabut itu disiniSemerbak harum bunga mengingatkan harum tubuhmuSaat musim panas membakar serupa baraku padamuSekali menyejukan seperti yang biasa kita lakukanSaat musim gugur membiarkan dedaunan berjatuhanKering dan tersapu angin puyuh dalam pusaran cintakuTapi sudahlah…semua tak berarti tanpa kau disiniLewatkan malam – malam saat kita bersamaMaka terfikirkan saat – saat berbagi denganmuAku patah dan tersendu emosionalRasa sepi ini telah hamburkan hatikuAku pergi bersama deritaTinggalkan sebuah cerita yang pernah ada di antara kitaDan juga mengukir rasa cintaTapi itu hanya kenangan masa lalu yang kita tempuh bersamaDan melukis angan di awan dan langit yang jauhKini aku dapat merasakan…Sebuah harapan tak sampai terjangkau oleh tangankuKarma egomu hatiku menjadi bekuTerbuai arus samudra mengingat tingkahmuPekanya panca indra mengenang salahkuSelamat tinggal sayangku….sumber;http://assaidiyyahgedongan.blogspot.com/2010/07/untuk-seseorang.html